DENPASAR, BALINEWS.ID – Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan prajurit TNI yang tergabung dalam operasi pengamanan di wilayah Intan Jaya, Papua. Keberhasilan tersebut diraih oleh prajurit Yonif 744/Satya Yudha Bhakti bersama unsur Mandala, BAIS TNI, serta dukungan operator drone dari Yonif 631 dan Yonif 712.
Dalam pernyataan resminya, Pangdam menilai operasi yang dilaksanakan berlangsung secara profesional, terukur, dan terencana. Operasi dilakukan menyusul terjadinya kontak tembak antara personel TNI yang sedang melaksanakan infiltrasi menuju TK Jalai dengan kelompok bersenjata Apeni Kobogau di jalur Sugapa–Jalai, Kabupaten Intan Jaya, pada Minggu (1/2/2026).
Dari hasil operasi tersebut, dua anggota kelompok bersenjata dinyatakan tewas. Aparat keamanan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk senjata api laras panjang jenis SKS, empat butir munisi kaliber 7,62 milimeter, satu unit telepon genggam beserta pengisi daya, satu busur, satu bendera Bintang Kejora, serta perlengkapan lainnya. Sementara itu, dari pihak TNI tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan, keberhasilan operasi ini mencerminkan semangat juang, disiplin, dan dedikasi tinggi prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur operasi di wilayah rawan konflik, serta menjaga sinergi dan soliditas antarsatuan guna mendukung keberhasilan tugas-tugas TNI ke depan.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid dan profesionalisme prajurit di lapangan. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab,” tegas Pangdam. (*)


