Slot Header 970×90

10 Wisata Danau dan Pegunungan Sejuk di Bali

Oleh Putri · null

25 Oktober 2026 pukul 08.34 WITA · 5 menit baca

Gunung Batur dan Danau Batur dilihat dari Kintamani, Bangli.
Gunung Batur dan Danau Batur dilihat dari Kintamani, Bangli. — Denny Octora/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Bali tidak hanya soal pantai. Di bagian tengah pulau berdiri deretan gunung berapi, kaldera, dan danau yang berhawa sejuk sepanjang tahun. Dua kawasan utamanya adalah Kintamani di Kabupaten Bangli dengan Gunung dan Danau Batur, serta Bedugul di perbatasan Tabanan dan Buleleng dengan tiga danau kembarnya.

Bagi masyarakat Bali, gunung dan danau adalah tempat suci sekaligus sumber air bagi sawah. Berikut 10 wisata danau dan pegunungan yang bisa Anda jelajahi, ditutup dengan tips perjalanan di akhir artikel.

1. Gunung Batur

Gambar berita

Foto: Philip Nalangan/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Gunung Batur adalah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani yang berdiri di dalam kaldera berukuran sekitar 13,8 x 10 kilometer, salah satu yang terbesar di dunia. Letusan pertamanya tercatat pada 1804 dan yang terbaru pada 2000.

Puncaknya, sekitar 1.717 mdpl, menjadi tujuan favorit pendakian matahari terbit. Pendaki biasanya berangkat sebelum fajar bersama pemandu lokal agar tiba di puncak saat langit mulai terang. Kawasan Batur juga diakui sebagai UNESCO Global Geopark.

Lokasi: Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

2. Danau Batur

Gambar berita

Foto: I Gede Krisna Dewantara/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Danau Batur adalah danau kawah di dalam kaldera Batur, sekitar 30 kilometer di timur laut Ubud. Titik terdalamnya sekitar 88 meter, dan tepiannya bersinggungan dengan delapan desa, di antaranya Kedisan, Songan, dan Trunyan.

Dari tepi kaldera di Kintamani, danau berbentuk bulan sabit ini terlihat bersanding dengan Gunung Batur. Warga memanfaatkan danau untuk budidaya ikan dan pertanian di sekitarnya. Dari Kedisan, wisatawan bisa menyeberang dengan perahu ke Desa Trunyan yang dikenal dengan tradisi pemakamannya yang unik.

Lokasi: Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

3. Air Panas Toya Bungkah

Gambar berita

Foto: っ/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Di tepi barat Danau Batur, Toya Bungkah menyimpan beberapa sumber air panas yang terhubung dengan aktivitas vulkanis Gunung Batur. Sumber-sumber ini sudah dikembangkan untuk wisata, dan airnya mengalir kembali ke danau.

Berendam di sini menjadi penutup yang pas setelah mendaki Gunung Batur di pagi buta, karena otot yang lelah terasa lebih rileks. Desa ini juga menjadi salah satu titik awal pendakian, sehingga banyak wisatawan menggabungkan keduanya dalam satu perjalanan.

Lokasi: Toya Bungkah, Desa Batur Tengah, Kintamani, Bangli.

4. Gunung Abang

Gambar berita

Foto: Dmitry Baranovskiy/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Gunung Abang, sekitar 2.151 mdpl, adalah puncak tertinggi ketiga di Bali setelah Gunung Agung dan Gunung Batukaru. Puncaknya juga menjadi titik tertinggi pematang kaldera Batur, tepat di seberang danau dari Gunung Batur.

Gunung ini tidak aktif, sehingga cocok bagi pendaki yang mencari jalur lebih sepi. Hutannya masih alami, dan di puncaknya berdiri Pura Tulukbiyu, tempat pemujaan umat Hindu. Dari sini, matahari terbit terlihat dengan latar Gunung Agung dan Danau Batur.

Lokasi: Desa Abangsongan, Kintamani, Bangli.

5. Gunung Agung

Gambar berita

Foto: Slleong/Wikimedia Commons (CC0)

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Bali, dengan ketinggian sekitar 3.142 mdpl, dan dianggap paling suci oleh umat Hindu Bali. Pura Besakih, pura terpenting di Bali, berada di lerengnya. Dari puncaknya, Gunung Rinjani di Lombok bisa terlihat saat cuaca cerah.

Letusan 1963 tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah Indonesia, dan aktivitas terbarunya terjadi pada 2017 hingga 2019. Pendakian hanya dilakukan bersama pemandu berpengalaman. Bagi yang tidak mendaki, kerucutnya bisa dinikmati dari Karangasem dan banyak sudut Bali timur.

Lokasi: Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

6. Danau Beratan

Gambar berita

Foto: Rayansharif/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Danau Beratan berada di kawasan Bedugul dan merupakan danau paling timur dari tiga danau kembar di dalam sebuah kaldera besar. Letaknya di jalur Denpasar–Singaraja membuatnya mudah dijangkau dan menjadi salah satu andalan wisata Bali.

Di tepi danau berdiri Pura Ulun Danu Beratan, tempat pemujaan Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan. Kabut yang sering turun menambah suasana sejuk. Pengunjung bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau, berfoto di taman tepi air, atau sekadar duduk menikmati pemandangan perbukitan.

Lokasi: Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

7. Kebun Raya Bali, Bedugul

Gambar berita

Foto: Bali Botanic Garden/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kebun Raya Eka Karya Bali adalah kebun botani terbesar di Indonesia dan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa, pada 15 Juli 1959. Luasnya kini 157,5 hektare, di ketinggian 1.250 hingga 1.450 mdpl, sekitar 60 kilometer dari Denpasar.

Kebun ini menjadi kawasan konservasi tumbuhan pegunungan tropis Kawasan Timur Indonesia. Pengunjung bisa berjalan di antara pepohonan tinggi, taman anggrek, dan padang rumput luas yang cocok untuk piknik keluarga. Kebun raya ini dimiliki BRIN dan sejak 2020 dikelola PT Mitra Natura Raya.

Lokasi: Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

8. Danau Buyan

Gambar berita

Foto: Suranegara88/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Danau Buyan terletak di tengah, di antara Danau Beratan dan Danau Tamblingan. Airnya berasal dari hujan dan mata air yang mengalir dari pegunungan sekitar, dengan tepian yang dikelilingi hutan dan perbukitan hijau.

Suasananya lebih tenang dibanding Beratan. Warga setempat menjadikannya tempat memancing, dan sejak 1997 kawasan ini dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali sebagai Taman Wisata Alam Danau Buyan–Danau Tamblingan. Dari jalan di punggung bukit, Buyan dan Tamblingan terlihat berdampingan.

Lokasi: Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

9. Danau Tamblingan

Gambar berita

Foto: Dave/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Danau Tamblingan adalah danau paling barat dari tiga danau kembar, di lereng utara Gunung Lesung. Hutan lebat mengapitnya, dan di sekitar danau terdapat 11 pura yang membuat kawasan ini terasa sakral.

Tamblingan sengaja tidak dikembangkan menjadi wisata modern demi menjaga kelestarian alamnya. Pada abad ke-10 hingga ke-14, kawasan ini adalah permukiman sebelum penduduknya pindah ke empat desa di sekitarnya. Datanglah pagi hari untuk menikmati danau yang tenang dan berkabut tipis.

Lokasi: Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

10. Gunung Batukaru

Gambar berita

Foto: David Stanley/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Gunung Batukaru adalah gunung tertinggi kedua di Bali, sekitar 2.276 mdpl, dan merupakan gunung berapi yang tidak aktif. Di puncaknya terdapat Pura Pucak Kedaton, sedangkan di lereng selatannya berdiri Pura Luhur Batukaru yang sudah ada sejak abad ke-11.

Lerengnya berhutan lebat dan menjadi sumber air bagi sawah di Tabanan. Pendakian bisa dimulai dari Desa Jatiluwih atau Desa Wongaya Gede di Kecamatan Penebel, atau dari Desa Pujungan di Pupuan. Jalurnya panjang dan lembap, jadi wajib bersama pemandu.

Lokasi: Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Tips berwisata ke danau dan pegunungan Bali

Udara di Kintamani dan Bedugul jauh lebih dingin daripada di pesisir, terutama pagi dan malam, jadi bawa jaket. Untuk pendakian matahari terbit, gunakan pemandu lokal, sepatu bersol kuat, dan senter. Sebelum mendaki gunung berapi, cek status aktivitasnya melalui MAGMA Indonesia milik PVMBG. Hormati kawasan pura dengan berpakaian sopan dan memakai kain bila masuk.

Wisatawan mancanegara wajib membayar Pungutan Wisatawan Asing Rp150.000 per orang melalui lovebali.baliprov.go.id. Sejumlah objek wisata juga memungut retribusi masuk, dan besarannya bisa berubah, jadi cek informasi terbaru di lokasi.

Putri

Putri

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.