NASIONAL, BALINEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas pembangunan yang akan mulai dikerjakan pada 2026, dengan total nilai investasi mencapai Rp618 triliun. Proyek-proyek ini ditujukan untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan perubahan pendekatan pemerintah terkait investasi, di mana Indonesia kini tidak lagi aktif mencari modal ke luar negeri.
Menurut Prabowo, melalui Danantara Indonesia, pemerintah justru membuka ruang kemitraan bagi investor asing yang berminat terlibat dalam proyek hilirisasi nasional, baik di sektor pertambangan, perikanan, maupun perkebunan.
“Sekarang kita tidak keluar negeri minta-minta investasi, kita mengajak dan kita punya kemampuan sekarang. Yang harus kita mulai, kita laksanakan adalah hilirisasi. Hilirisasi tahun ini ada 18 proyek prioritas 2026,” ujar Prabowo, dikutip dari Antara.
Sejumlah proyek yang masuk dalam daftar prioritas tersebut mencakup industri smelter aluminium berbasis bauksit, stainless steel slab dari nikel, oleo resin dari pala, hingga industri filet ikan tilapia. Selain itu, terdapat pula proyek modul surya terintegrasi berbahan bauksit dan silika, industri DME dari gasifikasi batu bara, serta pengembangan industri copper rod, wire, dan tube berbasis katoda tembaga.
Tidak hanya sektor tambang dan energi, hilirisasi juga menyasar komoditas lain seperti kelapa sawit melalui industri oleofood, rumput laut untuk carrageenan, minyak jelantah untuk bioavtur, aspal Buton, besi baja dari pasir besi, hingga pengolahan kelapa menjadi nata de coco, MCT, dan tepung kelapa. Daftar tersebut turut mencakup industri mangan sulfat, chemical grade alumina, chlor alkali plant berbasis garam, oil storage tanks, serta pembangunan kilang minyak.
Terkait proyek kilang, Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian energi nasional.
“Kita akan bangun kilang minyak. Masa minyak, kita kirim ke luar ke kilang minyak, habis itu kita impor lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa keseluruhan proyek hilirisasi tersebut diproyeksikan mampu menciptakan dampak signifikan bagi ketenagakerjaan nasional.
“18 proyek ini akan menciptakan 276 ribu kerja berkualitas, dengan investasi Rp618 triliun. Tahun ini akan kita mulai,” ujarnya. (*)

