Slot Header 970×90

Bali

27 Tahun Tertutup Tanaman, TNI dan Masyarakat Normalisasi Danau Yeh Malet

Oleh Kadek Surya Wirawan · Reporter Denpasar

30 April 2026 pukul 14.02 WITA · 1 menit baca

DENPASAR, BALINEWS.ID – Setelah bertahun-tahun tertutup gulma dan enceng gondok hingga menyerupai daratan, kawasan Yeh Malet di Desa Antiga Kelod, Kabupaten Ka…
DENPASAR, BALINEWS.ID – Setelah bertahun-tahun tertutup gulma dan enceng gondok hingga menyerupai daratan, kawasan Yeh Malet di Desa Antiga Kelod, Kabupaten Ka… — BaliNews.id

DENPASAR, BALINEWS.ID – Setelah bertahun-tahun tertutup gulma dan enceng gondok hingga menyerupai daratan, Danau Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, kini telah dibersihkan dan kembali seperti semula. Transformasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan warga yang melakukan normalisasi selama sekitar dua bulan.

Kepala Penerangan Korem 163/Wira Satya, I Dewa Putu Oka, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kesepakatan dan partisipasi aktif masyarakat setelah dilakukan sosialisasi.

“Selama 27 tahun kawasan ini tertutup lumpur dan gulma, padahal memiliki sumber mata air. Setelah dibersihkan, mata air kembali muncul dan debit air meningkat,” ujarnya saat kegiatan silaturahmi bersama awak media di Aula Korem 163/Wira Satya, Rabu (29/4/2026).

Kini, keberadaan danau Yeh Malet mulai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengairan lahan pertanian hingga aktivitas rekreasi seperti memancing dan bermain air.

Potensi pengembangan kawasan ini sebagai destinasi ekowisata berbasis lingkungan pun mulai dilirik.

Meski belum ditetapkan secara resmi, Yeh Malet kerap disebut sebagai danau kelima di Bali. Selama ini, Pulau Dewata dikenal memiliki empat danau utama, yakni Danau Batur, Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan.

“Kalau melihat kondisinya sekarang, ini sudah seperti danau. Namun, untuk penetapan resmi tentu bukan kewenangan kami,” tambahnya.

Selain memperindah lanskap, keberadaan danau ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi tampungan air alami, serta menghadirkan habitat baru bagi flora dan fauna di kawasan timur Bali. (*)

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL

Kadek Surya Wirawan

Reporter yang berbasis di Denpasar, fokus pada isu perkotaan.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.