GIANYAR, BALINEWS.ID – Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2025, Polres Gianyar mencatat sebanyak 1.115 penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 210 pelanggaran ditindak melalui sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), 101 pelanggaran dilakukan secara kasat mata, serta 804 pengendara diberikan teguran secara humanis.
Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, menegaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penilangan, melainkan juga mengedepankan aspek edukatif untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Fokus kami bukan sekadar menilang, tetapi memberikan pemahaman kepada pengguna jalan. Pendekatan humanis kami kedepankan agar masyarakat lebih sadar dan mau berubah dari dalam,” ujar AKBP Chandra usai memimpin apel di Mapolres Gianyar, Senin (28/7/2025).
Ia menambahkan, tujuan utama dari Operasi Patuh adalah menciptakan budaya tertib berlalu lintas demi menurunkan potensi kecelakaan di jalan raya, khususnya di wilayah hukum Gianyar yang merupakan salah satu kawasan pariwisata padat aktivitas.
“Kami harap masyarakat tidak melihat operasi ini hanya sebagai upaya penindakan, tetapi sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Polres Gianyar memastikan akan terus menjalankan strategi preemtif, preventif, dan represif secara berimbang. Penekanan pada pendekatan humanis dan edukatif akan tetap menjadi prioritas, sejalan dengan upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Operasi Patuh Agung 2025 digelar serentak di seluruh Bali dan berlangsung selama dua pekan, dengan menyasar pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, serta pelanggaran marka jalan.