KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Sebuah embung (bendungan) yang berlokasi di Dusun Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, dilaporkan mengalami kebocoran pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.15 Wita.
Peristiwa tersebut menyebabkan volume air embung menyusut secara signifikan hingga nyaris mengering.
Informasi di lapangan menyebutkan kejadian awal diketahui setelah penjaga embung, I Made Geriawan (46), menerima informasi dari warga yang tengah memancing di sekitar lokasi. Warga melaporkan bahwa air embung tiba-tiba mengalami penyusutan dalam waktu singkat. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi tersebut dibenarkan, di mana air embung terlihat berangsur turun dan mengering.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan kerusakan pada pintu air embung. Namun, setelah dilakukan pengecekan lanjutan, kebocoran diduga kuat berasal dari bagian bawah struktur atau pondasi embung. Dugaan tersebut mengarah pada kerusakan konstruksi yang memungkinkan air keluar secara perlahan namun terus-menerus.
Menindaklanjuti kejadian itu, Perbekel Desa Getakan, Cokorda Putra Parwata, segera melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliāPenida untuk penanganan lebih lanjut. “Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada Wakil Bupati Klungkung yang dijadwalkan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi embung dalam waktu dekat,” ujar salah seorang sumber di lapangan.
Pihak kepolisian setempat juga telah turun ke lokasi dengan melakukan sejumlah langkah pengamanan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bahan keterangan, serta memasang garis polisi di sekitar area embung. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekat ke lokasi dan mengantisipasi potensi bahaya, seperti amblesan tanah atau kerusakan lanjutan.
Kebocoran embung tersebut dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat serta sektor pertanian di Desa Getakan dan sekitarnya. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memperparah kerusakan struktur embung secara keseluruhan.
Pemerintah desa pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar embung selama proses pemeriksaan dan perbaikan berlangsung. Sementara itu, BWS BaliāPenida diharapkan dapat segera melakukan evaluasi teknis serta pemeliharaan menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (*)

