Slot Header 970×90

Bali

Akhirnya Siswa Gianyar Terima Makan Gratis, Baru 10 Sekolah, Ini Menunya

Oleh Putri

17 Maret 2025 pukul 12.46 WITA · Gianyar · 1 menit baca

GIANYAR, BALINEWS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya tiba di Gianyar. Pada Senin (17/3/2025), makanan dibagikan ke siswa di Gianyar. Plt. Kadisdi…
GIANYAR, BALINEWS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya tiba di Gianyar. Pada Senin (17/3/2025), makanan dibagikan ke siswa di Gianyar. Plt. Kadisdi… — BaliNews.id

GIANYAR, BALINEWS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya tiba di Gianyar. Pada Senin (17/3/2025), makanan dibagikan ke siswa di Gianyar.

Plt. Kadisdik Gianyar Wayan Mawa menyatakan  menu saat ini disesuaikan karena bulan Ramadhan, maka siswa diberikan menu kering. Setelah bulan Ramadhan ini selesai, menu akan berganti dengan nasi daging dan lainnya.

Paket MBG yang dibagikan berisi makanan kering seperti telor, kurma untuk dapat  seratnya, susu untuk proteinnya  dan biskuit gandum. Jadi anak-anak yang berpuasa mereka bisa memasukkan makanan tersebut kedalam kotak makannya dan dibuka saat berbuka puasa.

“Program ini sudah jalan namun dapurnya atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  yang siap baru satu yang  di Tegal Jaya sehingga diambil radius sekolah yang memungkinkan dijangkau dari dapur itu sendiri,” jelas Mawa.

Dengan 1 SPPG yang telah siap, baru bisa menjangkau sasaran sebanyak  2.476 peserta didik yang ada di 10 sekolah, yang terdiri dari  3 TK, 1 SMP, dan 6 SD. Salah satunya  SD N 1 Singapadu dan 9 lainnya ada di Batubulan.

Sementara itu, sekolah yang menerima makam gratis kali ini ialah SMPN 5 Sukawati.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Sukawati Ni Made Irma Wulandari menyatakan bahwa SMP N 5 Sukawati telah meraih sekolah sehat tingkat nasional.  Namun masih banyak orang tua siswa yang kurang memiliki pemahaman  apa yang harus dipersiapkan untuk makanan bergizi anaknya, maka dengan program ini akan membantu siswa mendapatkan asupan makanan bergizi.

“Dengan adanya program ini akan mengurangi jumlah ketidakhadiran anak di kelas, jumlah kalori yang juga sudah dihitung oleh balai gizi nasional, sehingga  anak anak akan belajar yang mana makanan sehat. Disamping itu kita juga telah memiliki kantin sehat,” jelas Irma Wulandari. (bip)

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.