BALINEWS — Alas Roban The Series menghadirkan pendekatan produksi yang berbeda dari sinetron pada umumnya. Serial horor yang tayang di ANTV tersebut mengedepankan visual sinematik dengan proses penggarapan yang memberi ruang bagi pemain dan kru untuk mempersiapkan setiap adegan secara lebih matang.
Hal itu diungkapkan para pemain saat berbincang dengan awak media. Chris Laurent mengatakan konsep produksi Alas Roban The Series dirancang menyerupai pengerjaan sebuah film atau serial dengan perhatian khusus terhadap kualitas gambar.
Menurut Chris, proses syuting yang berlangsung selama 55 hari menjadi bagian dari upaya tim produksi menjaga kualitas visual sebelum episode ditayangkan.
"Emang konsepnya kayak series film, jadi beda sama sinetron-sinetron lainnya," ujar Chris.
Ia menjelaskan, tim produksi memilih mengumpulkan materi tayangan terlebih dahulu agar proses pengambilan gambar dapat dilakukan dengan persiapan yang lebih optimal.
"Jadi memang kita take time-lah, kita stok dulu biar gambarnya tetap dijaga kualitasnya," lanjutnya.
Pemain Punya Waktu Mendalami Naskah
Laura Theux juga menegaskan bahwa proses produksi Alas Roban The Series tidak menggunakan pola kerja yang identik dengan sinetron kejar tayang.
Menurut Laura, para pemain memperoleh waktu untuk mempelajari naskah sebelum menjalani proses syuting. Sementara itu, tim kamera memiliki kesempatan untuk merancang pengambilan gambar sesuai kebutuhan cerita.
"Kita benar-benar pelajari script-nya, kita punya waktu untuk itu. Teman-teman kamera juga punya waktu untuk men-treatment gambarnya sebaik mungkin," kata Laura.
Pendekatan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang mendukung tampilan visual serial tersebut terasa lebih sinematik.
Laura juga mengakui bahwa proses produksi dengan standar pengerjaan seperti itu menuntut pengorbanan besar dari para pemain dan kru.
Adegan yang menantang secara fisik, jadwal kerja, serta kebutuhan menjaga kualitas gambar membuat proses syuting tidak selalu berjalan mudah.
Namun, ia menilai hasil akhir yang ditampilkan kepada penonton menjadi kompensasi atas kerja keras seluruh tim.

