Slot Header 970×90

Lifestyle

Andika Mahesa Bagikan Kutipan Tajam di Tengah Kabar Kangen Band Bubar

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

14 September 2026 pukul 00.15 WITA · 2 menit baca

BALINEWS.ID - Kita mungkin pernah ada di posisi Andika Mahesa: ingin cerita jujur soal apa yang kita alami, tapi takut dianggap sedang menjelek-jelekkan orang …
BALINEWS.ID - Kita mungkin pernah ada di posisi Andika Mahesa: ingin cerita jujur soal apa yang kita alami, tapi takut dianggap sedang menjelek-jelekkan orang … — BaliNews.id

BALINEWS.ID - Kita mungkin pernah ada di posisi Andika Mahesa: ingin cerita jujur soal apa yang kita alami, tapi takut dianggap sedang menjelek-jelekkan orang lain. Nah, itu kira-kira yang tersirat dari unggahan terbaru vokalis Kangen Band ini di tengah polemik pembubaran band mereka.

Unggahan ini muncul Minggu (13/9/2026), sehari setelah Dodhy Hardiyanto mengumumkan Kangen Band resmi bubar lewat Instagram, Sabtu (12/9/2026). Bukan klarifikasi biasa yang kita duga, Andika justru membagikan sebuah kutipan yang terasa seperti sindiran halus tapi mengena.

Isi Pesannya Bikin Kita Ikut Merenung

Andika membuka unggahannya dengan mengaku sangat meresapi sebuah kalimat, sebelum membagikan isi lengkapnya. "Aku tidak menjelek-jelekkanmu. Aku hanya menceritakan apa yang kamu lakukan kepadaku," tulisnya.

Pesan itu berlanjut dengan penegasan bahwa cerita jujur bukan kebencian, melainkan bentuk keterbukaan. "Karena menceritakan kejujuran apa yang aku alami bukan kebencian, itu keterbukaan," lanjutnya.

Kita yang pernah merasa terjebak antara diam atau bicara jujur soal pengalaman pahit dengan orang terdekat, pasti bisa relate sama pesan ini. Ada pergeseran tanggung jawab yang ditekankan di sini, bahwa seseorang tidak seharusnya dibebani menjaga citra orang lain, apalagi kalau orang itu sendiri yang sebelumnya bikin situasi jadi tidak tenang.

Bagian Paling Tajam Ada di Penutupnya

Kalimat penutup pesan inilah yang paling bikin kita mengangguk-angguk. "Jika itu membuatmu terlihat buruk, mungkin yang perlu dipertanyakan adalah urusan antara kamu dan perilakumu sendiri," bunyi pesan yang dibagikan Andika.

Kalimat ini seolah membalikkan arah tuduhan, dari pihak yang bercerita ke pihak yang diceritakan. Cara menyampaikan seperti ini, lewat kutipan orang lain bukan kata-kata sendiri, sebenarnya jadi trik yang cukup sering kita lihat saat seseorang ingin membela diri tanpa harus konfrontasi langsung.

Belum Ada Nama Disebut, Tapi Waktunya Bicara Sendiri

Sepanjang unggahan, Andika tidak menyebut nama siapa pun. Jadi kita belum bisa memastikan apakah pesan ini memang ditujukan untuk Dodhy terkait polemik pembubaran band, atau sekadar persoalan pribadi lain yang kebetulan waktunya bersamaan.

Yang jelas, sebelumnya Andika sempat mengaku belum tahu pasti maksud di balik pernyataan Dodhy soal "kezaliman" yang jadi alasan pembubaran. Ia juga menegaskan tidak ingin mengambil sikap sepihak sebelum semua personel duduk bersama dan bicara langsung.

Kita mungkin belum tahu ujung cerita ini seperti apa. Tapi satu hal yang pasti, publik masih menunggu pertemuan antarpersonel yang sebelumnya disebut akan digelar, yang kemungkinan besar bakal jadi penentu nasib band yang sempat jadi ikon musik Tanah Air di era 2000-an ini.

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.