DENPASAR, BALINEWS - Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menjadi perhatian serius kepolisian.
Guna mengantisipasi kepadatan berpotensi mengganggu arus lalu lintas, Polresta Denpasar mengerahkan sebanyak 588 personel mengamankan dan memantau SPBU di wilayah Denpasar dan Badung.
Ratusan personel tersebut disiagakan guna memastikan aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pengamanan juga difokuskan pada upaya mencegah antrean kendaraan meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang mengatakan, pengerahan personel merupakan langkah antisipatif untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang hendak mendapatkan BBM.
“Sebanyak 588 personel kami siagakan untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di SPBU yang berada di wilayah Denpasar dan Badung. Personel tidak hanya melakukan pengamanan di dalam area SPBU, tetapi juga melakukan pengaturan apabila terjadi kepadatan kendaraan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya kemarin Rabu,(14/10/2026) dalam keterangan tertulisnya di Denpasar.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara berkesinambungan, terutama pada SPBU yang mengalami peningkatan antrean.
Personel di lapangan juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kepadatan kendaraan.
Polisi turut mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pengaturan lalu lintas hingga rekayasa arus kendaraan akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan apabila diperlukan.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana antrean tetap tertib dan tidak menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan lainnya. Kami meminta personel di lapangan untuk mengedepankan pendekatan humanis, membantu masyarakat, serta melakukan rekayasa atau pengaturan lalu lintas apabila diperlukan,” paparnya.
Dalam upaya memperkuat pengamanan, Polresta Denpasar juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Pecalang Desa Adat.
Sinergi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan antrean kendaraan di sekitar SPBU tidak berkembang menjadi kemacetan yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Personel di lapangan memantau kendaraan yang datang, pola antrean, serta kondisi lalu lintas di sekitar SPBU. Sementara itu, jajaran Polsek melakukan pengawasan di wilayah masing-masing dan melaporkan perkembangan situasi agar dapat segera ditindaklanjuti.
Leonardo juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi antrean BBM. Warga diminta tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta mengikuti ketentuan dan arahan petugas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ikuti aturan yang berlaku dan arahan petugas di lapangan. Yang terpenting, jangan sampai antrean BBM mengganggu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, personel yang diterjunkan tidak hanya berjaga di satu lokasi, tetapi juga menyesuaikan pergerakan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika antrean mulai memanjang atau berdampak terhadap arus lalu lintas.
"Melalui pengerahan 588 personel dan koordinasi lintas instansi, Polresta Denpasar berharap pelayanan pengisian BBM di wilayah Denpasar dan Badung tetap berjalan tertib dan kondusif," ucapnya.
Sembari Ia berharap, Masyarakat pun diharapkan ikut menjaga kelancaran dengan mematuhi arahan petugas serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.(*)

