Slot Header 970×90

Ekonomi

Banyak Anak Muda Bali Sekarang Punya 2–3 Sumber Penghasilan. Ini Cara Mereka Melakukannya

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

29 Juli 2026 pukul 05.29 WITA · 3 menit baca

DENPASAR, BALINEWS.ID - Kalau duduk beberapa jam di coffee shop Renon, Canggu, atau Ubud, kamu akan melihat pemandangan yang sama hampir setiap hari. Ada yang …
DENPASAR, BALINEWS.ID - Kalau duduk beberapa jam di coffee shop Renon, Canggu, atau Ubud, kamu akan melihat pemandangan yang sama hampir setiap hari. Ada yang … — BaliNews.id

DENPASAR, BALINEWS.ID - Kalau duduk beberapa jam di coffee shop Renon, Canggu, atau Ubud, kamu akan melihat pemandangan yang sama hampir setiap hari.

Ada yang sedang meeting lewat Zoom. Ada yang mengedit video TikTok. Ada yang sibuk membalas pesan klien luar negeri. Bahkan ada yang terlihat cuma memotret secangkir kopi, lalu beberapa menit kemudian kembali menatap laptop.

Kelihatannya santai.

Padahal mereka mungkin baru saja menghasilkan uang.

Bali memang masih hidup dari pariwisata. Tapi di balik laptop-laptop yang memenuhi coworking space dan coffee shop, muncul ekonomi baru yang jarang dibahas: ekonomi digital.

Semakin banyak anak muda Bali tidak lagi bergantung pada satu gaji. Mereka punya dua, tiga, bahkan empat sumber penghasilan sekaligus. Ada yang menjadi freelancer, kreator konten, fotografer stok, hingga mengerjakan microtask berbasis kecerdasan buatan (AI).

Buat sebagian orang, ini sekadar uang tambahan. Buat yang lain, justru menjadi pekerjaan utama.

Bukan Lagi Cari Kerja, Tapi Cari Klien

Dulu, lulus kuliah biasanya diikuti satu pertanyaan: "Sudah dapat kerja?"

Sekarang pertanyaannya mulai berubah.

"Sudah dapat klien?"

Platform seperti Fiverr dan Upwork membuat banyak anak muda di Bali bisa menawarkan jasa ke perusahaan di Australia, Amerika Serikat, Singapura, atau Eropa tanpa harus meninggalkan rumah.

Mulai dari desain grafis, editing video, penerjemahan, SEO, programming, sampai virtual assistant, semuanya bisa dikerjakan dari mana saja selama ada internet yang stabil.

Banyak freelancer bahkan mengaku memilih tinggal di Bali justru karena biaya hidupnya masih lebih rendah dibanding kota besar di luar negeri, sementara klien mereka membayar dalam dolar Amerika Serikat.

Konten Pendek Sekarang Bisa Jadi Penghasilan

Kalau dulu TikTok identik dengan video joget, sekarang banyak kreator justru memanfaatkannya untuk berjualan.

Melalui TikTok Affiliate maupun Shopee Affiliate, kreator cukup membuat video sederhana yang menampilkan sebuah produk. Ketika ada penonton membeli melalui tautan mereka, komisi langsung masuk.

Tidak harus punya jutaan pengikut.

Banyak kreator mikro dengan beberapa ribu followers justru mampu menghasilkan pendapatan yang konsisten karena punya audiens yang lebih spesifik.

Foto Sunset Bali Ternyata Bisa Dijual Berkali-kali

Bali mungkin salah satu pulau yang paling banyak difoto di dunia.

Yang tidak banyak disadari, foto-foto itu juga bisa menghasilkan uang.

Platform seperti Shutterstock Contributor dan Foap memungkinkan fotografer menjual foto pantai, pura, sawah, air terjun, hingga kehidupan sehari-hari di Bali kepada pembeli dari berbagai negara.

Kalau fotonya terus diunduh, penghasilannya juga bisa terus berjalan selama bertahun-tahun.

Bagi fotografer lokal, ini menjadi salah satu bentuk passive income yang menarik.

AI Juga Membuka Cara Baru Cari Uang

Bukan cuma kreator yang diuntungkan.

Platform seperti Toloka, Premise, Google Opinion Rewards, JakPat, hingga Streetbees memberi imbalan kepada pengguna yang mengisi survei, memverifikasi gambar, merekam suara, atau membantu melatih sistem AI.

Bayarannya memang tidak besar.

Tapi buat mahasiswa atau pekerja yang hanya ingin menambah uang bulanan, pekerjaan seperti ini bisa dikerjakan kapan saja tanpa jam kerja tetap.

Platform yang Paling Banyak Dipakai

Kalau masih bingung harus mulai dari mana, berikut beberapa platform yang paling banyak digunakan saat ini.

Tujuan

Platform

Freelance

Fiverr, Upwork

Kreator Konten

TikTok Affiliate, Shopee Affiliate, YouTube Shorts

Fotografi

Shutterstock Contributor, Foap

AI & Microtask

Toloka, Google Opinion Rewards, Premise

Survei

JakPat, Streetbees

Investasi

Bibit

Jangan Percaya yang Janjinya Terlalu Indah

Di tengah banyaknya peluang, penipuan juga ikut bermunculan.

Kalau sebuah aplikasi meminta biaya pendaftaran, menjanjikan keuntungan besar tanpa usaha, atau meminta transfer uang sebelum bisa mulai bekerja, sebaiknya berhati-hati.

Platform yang legal umumnya justru meminta verifikasi identitas (KYC), bukan biaya keanggotaan.

Dan yang paling penting, tidak ada aplikasi yang bisa membuat seseorang kaya dalam semalam.

Bali Sedang Melahirkan Cara Baru Bekerja

Perubahan ini mungkin tidak terlalu terlihat kalau hanya datang ke Bali untuk liburan.

Tapi buat mereka yang tinggal lebih lama, polanya semakin jelas.

Coffee shop bukan lagi sekadar tempat ngopi. Coworking space bukan cuma tempat menyewa meja.

Keduanya berubah menjadi kantor bagi generasi yang tidak lagi bergantung pada satu perusahaan atau satu sumber penghasilan.

Sebagian bekerja untuk klien di Sydney, sebagian lagi menjual foto Pantai Sanur ke pembeli di Eropa, sementara yang lain menghasilkan komisi dari video berdurasi satu menit.

Bali masih menjual matahari terbenam kepada wisatawan.

Tapi diam-diam, pulau ini juga sedang membangun ekonomi baru, tempat semakin banyak anak muda menghasilkan uang hanya bermodal laptop, ponsel, internet, dan kemampuan yang mereka miliki.

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.