Slot Header 970×90

Bali

Bertahan dari Dampak Pandemi, Pasutri di Batubulan Sukses Jalankan Usaha Cuci Motor

Oleh Kaka · Redaksi

5 Juni 2026 pukul 18.31 WITA · 1 menit baca

GIANYAR, BALINEWS.ID – Di tengah berbagai tantangan ekonomi pascapandemi, pasangan suami istri, I Wayan Sukadana (51) dan Ni Nyoman Sueni (51), berhasil memper…
GIANYAR, BALINEWS.ID – Di tengah berbagai tantangan ekonomi pascapandemi, pasangan suami istri, I Wayan Sukadana (51) dan Ni Nyoman Sueni (51), berhasil memper… — BaliNews.id

GIANYAR, BALINEWS.ID – Di tengah berbagai tantangan ekonomi pascapandemi, pasangan suami istri, I Wayan Sukadana (51) dan Ni Nyoman Sueni (51), berhasil mempertahankan usaha cuci motor yang mereka rintis di Jalan Batuyang, Banjar Kenanga, Desa Batubulan, Kecamatan Batubulan, Kabupaten Gianyar.

Usaha yang dikenal dengan nama Pradana Cuci Motor tersebut tampak sederhana dengan sebuah spanduk yang terpampang di pinggir jalan. Namun, dari tempat inilah pasangan suami istri tersebut mengais rezeki untuk keluarga mereka sejak tahun 2019.

Setiap harinya, Pradana Cuci Motor melayani sekitar 20 unit sepeda motor dari berbagai merek. Tarif yang dikenakan berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per unit, tergantung jenis dan kondisi kendaraan yang dicuci.

Pada akhir pekan, jumlah pelanggan meningkat hingga mencapai 25 sampai 30 kendaraan per hari. Bahkan saat Hari Tumpek Landep, yang identik dengan tradisi penyucian dan penghormatan terhadap kendaraan di Bali, jumlah pelanggan membludak dibandingkan hari-hari biasa.

I Wayan Sukadana menuturkan, usaha tersebut lahir saat pandemi Covid-19 melanda. Sebelumnya, ia bekerja mengantarkan potongan ayam untuk kebutuhan usaha ayam geprek ke berbagai outlet. Namun kondisi ekonomi yang berubah membuatnya mencari alternatif usaha lain.

“Awalnya gara-gara Covid-19. Dulu saya mengirim potongan ayam ke outlet-outlet ayam geprek. Kemudian mencoba membuka usaha cuci motor sejak 2019 hingga sekarang. Syukur masih bisa bertahan,” ujarnya.

Dengan kerja keras dan pelayanan yang baik, usaha cuci motor tersebut terus berjalan dan menjadi sumber penghasilan keluarga. Meski menghadapi berbagai tantangan, Sukadana dan istrinya tetap bersyukur karena usaha yang mereka jalankan masih mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Yang penting tetap bersyukur dan terus berusaha,” ungkapnya.

Keberhasilan pasangan ini menjadi contoh bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah mampu membantu pelaku usaha kecil bertahan dan berkembang di tengah berbagai kondisi ekonomi yang tidak menentu. (*)

Kaka

Kaka

-

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.