BALINEWS.ID - Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol. Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., mengeluarkan peringatan soal modus penyelundupan narkotika yang belum pernah ia temui sebelumnya di Bali: kokain yang diselipkan di dalam rambut palsu atau wig.
Peringatan ini muncul setelah video penangkapan seorang pelaku penyelundupan di Cartagena, Kolombia, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, petugas antinarkotika setempat terlihat menggunting bagian dalam wig milik seorang pria, dan menemukan puluhan paket kecil berisi kokain tersembunyi di dalamnya. Barang bukti itu kemudian diberi label “COCAÍNA” sebelum pelaku diborgol di depan petugas kepolisian antinarkotika Cartagena.
Leo Dedy menjelaskan, selama ini pihaknya sudah menangani berbagai modus penyelundupan narkotika yang masuk ke Bali, mulai dari resin yang melekat di dinding koper, narkoba yang ditelan, hingga yang disusupkan dalam produk kecantikan wanita. Namun modus lewat rambut palsu ini, menurutnya, benar-benar baru.
“Untuk yang terakhir kali, di media bahwa ada penyelundupan di rambut, nah, itu termasuk rambut palsu itu termasuk baru, dan ini perlu menjadi satu hal modus operandi yang kita waspadai, untuk khususnya di Bali,” ujarnya.
Sebagai pintu masuk utama wisatawan internasional, Bali memang jadi salah satu titik yang rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkotika lintas negara. Setiap modus baru yang muncul di bandara mana pun di dunia, menurut Leo Dedy, berpotensi dicoba juga di jalur masuk Bali, sehingga deteksi dini jadi kunci sebelum modus itu benar-benar digunakan di lapangan.
Terkait kemungkinan penguatan prosedur pemeriksaan, Leo Dedy menyebut pihaknya terbuka untuk membahas hal ini bersama instansi terkait di bandara.
“Penting untuk kita diskusikan bersama stakeholder terkait, seperti Bea Cukai dan Imigrasi yang ada di bandara, yang menjaga pintu-pintu perbatasan via udara. Dan ini menjadi sebuah target pemeriksaan, selain dengan body detector, tapi juga di rambut yang perlu kita curigai,” katanya.
Ia menambahkan, video-video semacam ini turut dimanfaatkan BNN sebagai bahan edukasi internal, dibagikan ke petugas di lapangan sebagai referensi modus yang perlu diwaspadai.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi bahwa modus penyelundupan kokain lewat rambut palsu telah terjadi di Bali. Namun, dengan peringatan dini dari BNN Kota Denpasar, pengawasan di titik-titik masuk Bali diperkirakan akan semakin diperketat dalam waktu dekat.


