BREAKING NEWS: Presiden Venezuela Nicolás Maduro Ditangkap Pasukan Elite AS

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. (Foto: istimewa)
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. (Foto: istimewa)

GLOBAL, BALINEWS.ID – Presiden Venezuela Nicolás Maduro berhasil ditangkap oleh pasukan elite militer Amerika Serikat (AS) melalui operasi khusus yang dramatis di ibu kota Caracas pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat. Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan telah memicu gelombang reaksi internasional serta dinamika geopolitik baru di kawasan Amerika Latin.

Dilansir Fox News dan El Pais, Operasi militer yang dinamai “Operation Absolute Resolve” ini melibatkan Delta Force, unit pasukan khusus Angkatan Darat AS yang dikenal untuk misi berisiko tinggi seperti kontra-terorisme, penyelamatan sandera, dan penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi untuk Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Haris Yuliyanto Bawa Sinema Indonesia ke Skotlandia dalam Program Residensi

Dalam serangan kilat tersebut, listrik di Caracas dilaporkan dimatikan, dan pasukan AS berhasil merebut kendali tanpa korban tewas di pihak mereka, meskipun beberapa luka ringan dilaporkan. Maduro beserta sang istri Cilia Floreskemudian dievakuasi dan diterbangkan ke Amerika Serikat, dengan tujuan New York, untuk menghadapi dakwaan pidana federal terkait kasus narkoterrorisme dan konspirasi impor narkoba yang telah lama menjeratnya.

Trump: AS Akan Kelola Venezuela Sementara

Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam konferensi pers bahwa pemerintahan Washington akan mengambil alih pengelolaan pemerintahan Venezuela sementara waktu, untuk memastikan stabilitas dan transisi menuju pemerintahan baru yang lebih “demokratis”. Trump menambahkan bahwa fokus utama adalah memulihkan produksi minyak negara tersebut yang terkenal kaya cadangan minyak bumi.

BACA JUGA :  Jadi Perantara Transaksi Sabu, Buruh Harian Asal Bondowoso Diganjar 3 Tahun Penjara

Reaksi Global dan Ketegangan Diplomatik

Penangkapan Maduro oleh pasukan AS menuai kritik keras dari berbagai negara dan organisasi internasional. Pemerintah Venezuela dan sekutu-sekutunya mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan hukum internasional, sementara beberapa negara Latin lainnya menyerukan de-eskalasi dan dialog politik. Rusia, China, serta beberapa negara di kawasan menyatakan keprihatinan mereka terhadap tindakan militer AS di wilayah berdaulat.

Sebaliknya, beberapa tokoh oposisi Venezuela menyambut baik hasil operasi tersebut, menilai ini sebagai momentum baru menuju perubahan politik di negaranya setelah bertahun-tahun di bawah pemerintahan Maduro.

BACA JUGA :  Fakultas Hukum Unmas Denpasar Giatkan Pengabdian di Batur Selatan

Dinamika Politik di Venezuela

Di tengah kekosongan kepemimpinan akibat penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai Presiden interim, yang kini berupaya mengonsolidasikan pemerintahan dan menanggapi krisis yang mengemuka.

Peristiwa ini menjadi salah satu aksi militer paling signifikan di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir, membuka babak baru dalam hubungan antara Washington dan negara-negara di kawasan, serta menghadirkan tantangan baru dalam diplomasi internasional. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Selamat Tahun Baru Imlek 2026 BaliNews.id

Breaking News

Baca Lainnya