TABANAN, BALINEWS.ID – Lonjakan pernikahan di bulan Maret membuat Program Semara Ratih semakin ramai diikuti di Tabanan. Dalam periode 20–25 Maret 2026, tercatat 104 pasangan pengantin mengikuti layanan konseling pranikah yang menjadi salah satu unggulan Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Program sebenarnya telah diluncurkan sejak tahun 2022 dengan tujuan membentuk keluarga sehat dan harmonis. Selain itu, program ini dirancang untuk menekan angka stunting, kematian ibu dan bayi, kehamilan tidak direncanakan, serta mengurangi angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga.
“Program Semara Ratih bukan hanya layanan administratif, tetapi juga membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas sejak awal pernikahan” ujar Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.
Calon pengantin yang mendaftar akan mengikuti konseling seputar kesehatan reproduksi, kehidupan berkeluarga berbasis kearifan lokal, sekaligus mendeteksi risiko stunting sejak dini.
Selain mendapat sertifikat siap nikah dan siap hamil, setiap pasangan juga mendapatkan kemudahan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, dan Akta Perkawinan yang diserahkan pada hari pernikahan.
Uniknya, setiap pasangan yang mengikuti program akan menanam satu pohon sebagai simbol cinta yang tumbuh dalam keluarga sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan.
“Penanaman satu pohon oleh setiap pasangan pengantin menjadi simbol cinta yang tidak hanya tumbuh dalam keluarga, tetapi juga bagi alam. Ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di Tabanan,” lanjut Sanjaya.
Program ini terbukti berdampak nyata: angka stunting di Tabanan berhasil ditekan menjadi 2,75 persen dari total 21.079 balita pada 2025. Hingga kini, 3.495 pasangan pengantin telah mengikuti Semara Ratih secara gratis melalui TPK di seluruh desa.
Pasangan pengantin Pasek Nuadha dan Cahya mengaku terbantu dengan program ini.
“Tidak hanya membantu secara administrasi, tetapi juga membekali kami untuk membangun keluarga harmonis dan berkualitas,” ujarnya.
Dengan Semara Ratih, Tabanan menunjukkan bahwa kesiapan pernikahan yang matang bisa menjadi fondasi keluarga sehat sekaligus simbol cinta yang peduli lingkungan. (*)