Slot Header 970×90

Bali

Diduga Tenggak Racun Tikus, 2 Pria Ditemukan Tewas di Apartemen Denpasar

Oleh Putri

21 Agustus 2025 pukul 10.52 WITA · Denpasar · 2 menit baca

DENPASAR, BALINEWS.ID – Warga geger setelah dua pria ditemukan tewas di dalam kamar sebuah apartemen mewah di Jalan Imam Bonjol, Perumahan Budha Cemeng Ukir, D…
DENPASAR, BALINEWS.ID – Warga geger setelah dua pria ditemukan tewas di dalam kamar sebuah apartemen mewah di Jalan Imam Bonjol, Perumahan Budha Cemeng Ukir, D… — BaliNews.id

DENPASAR, BALINEWS.ID – Warga geger setelah dua pria ditemukan tewas di dalam kamar sebuah apartemen mewah di Jalan Imam Bonjol, Perumahan Budha Cemeng Ukir, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Rabu (20/8) sekitar pukul 14.00 WITA.

Korban masing-masing berinisial BH (37), asal Jatinegara, Jakarta Timur, serta seorang pria yang belum teridentifikasi dengan jelas. Berdasarkan keterangan BPBD Kota Denpasar, korban kedua diduga bernama MP (49), asal Sulawesi Utara.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh karyawan apartemen berinisial GPP (23). Awalnya, resepsionis melapor bahwa ada tamu yang belum check out hingga melewati batas waktu pukul 14.00 WITA.

“Karena tidak ada respons, saksi bersama rekannya masuk menggunakan kunci cadangan. Saat pintu dibuka, terlihat muntahan di dekat kasur dan ada kaki di atas ranjang. Mereka langsung melapor ke pemilik apartemen dan pihak kepolisian,” kata Sukadi, Kamis (21/8).

Dari hasil olah TKP, korban MP ditemukan telentang di atas tempat tidur dengan kaos merah dan celana jeans biru pendek. Sedangkan korban BH tergeletak di lantai dengan kepala bersandar pada tas, mengenakan kaos hijau dan celana jeans pendek. Keduanya ditemukan dalam kondisi mulut mengeluarkan busa, celana basah, serta menunjukkan tanda-tanda lebam mayat.

Polisi juga menemukan sejumlah barang mencurigakan, antara lain empat kotak racun tikus tetes merek “Hai Zhenwei” yang sudah kosong, dua ponsel tanpa SIM card, serta obat-obatan seperti ibuprofen dan multivitamin.

“Dugaan sementara, kedua korban meninggal akibat keracunan setelah menenggak racun tikus. Dari kondisi tubuh, diperkirakan sudah lebih dari 24 jam meninggal,” ungkap Sukadi.

Namun, hingga kini motif keduanya melakukan aksi nekat itu belum diketahui. Hasil pemeriksaan ponsel juga nihil karena data-data sudah dihapus sebelumnya. Sementara itu, identitas salah satu korban masih belum bisa dipastikan karena kendala teknis pada pemeriksaan inafis.

Jenazah kedua korban telah dievakuasi oleh PMI dan BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.