DENPASAR, BALINEWS.ID – Provinsi Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,82 persen sepanjang 2025, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,11 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Bali secara kumulatif sebesar 5,82 persen. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir,” ujar Gubernur.
Gubernur Wayan Koster menyebut capaian ini bukan sekadar angka tetapi bukti kerja keras seluruh pemangku kepentingan membangun Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.
Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,42 persen, pengangguran hanya 1,45 persen, dan pendapatan masyarakat semakin merata dengan Indeks Gini Rasio 0,333.
“Merupakan tingkat kemiskinan terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 8,25%. Selain itu, tingkat pengangguran terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 4,85%,” tegasnya.
Di sektor kesehatan, Bali mencatat stunting 7,2 persen, terendah di Indonesia dan satu-satunya provinsi yang berada di bawah 10 persen.
Di sektor regulasi, Pemprov Bali menerbitkan 10 Perda strategis dan 6 Pergub yang mendukung pelestarian budaya, lingkungan, dan penguatan ekonomi.
Pariwisata tetap menjadi fokus utama dengan pendapatan pungutan wisatawan asing mencapai Rp369 miliar dari 2,46 juta wisatawan sambil menegakkan pariwisata berkualitas dan bermartabat.
Ekonomi riil dan kreatif terus didorong melalui pengembangan pertanian organik, UMKM, industri lokal, ekonomi kreatif, dan digital. Infrastruktur strategis seperti shortcut Singaraja–Mengwitani, rencana underpass Jimbaran, transportasi publik, dan kendaraan listrik terus berjalan.
Lingkungan dan energi mendapat perhatian dengan target penutupan TPA Suwung pada 2026, pengolahan sampah menjadi listrik, dan percepatan pemanfaatan PLTS atap.
Bali juga memperkuat transformasi digital dengan pembangunan Turyapada Tower sebagai pusat konektivitas dan ekonomi baru di Bali Utara. Semua capaian ini bagian dari visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.
Gubernur Koster menegaskan momentum ini akan terus dijaga agar Bali tetap maju, hijau, digital, dan masyarakatnya semakin sejahtera serta berbudaya. (*)