DENPASAR, BALINEWS.ID – Seorang remaja asal India berinisial SA (14) ditemukan meninggal dunia di kolam renang sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai, wilayah Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur, Rabu (1/4/26) malam.
Korban diketahui datang ke Bali bersama tim sepak bolanya untuk mengikuti turnamen internasional. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh karyawan hotel berinisial AV (21) sekitar pukul 21.10 Wita. Saat itu, AV baru selesai membuang sampah dan melintas di jembatan yang berada di atas kolam renang.
“Saksi melihat bayangan mencurigakan di dasar kolam,” ujar Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Ketut Tomiyasa, Minggu (5/4/26).
Kecurigaan tersebut mendorong saksi untuk segera memanggil petugas engineering, Pujawan, yang saat itu sedang melakukan perawatan kolam. Setelah dicek bersama, keduanya memastikan terdapat seseorang di dalam air.
Selanjutnya, sejumlah karyawan hotel lainnya, termasuk petugas keamanan dan resepsionis, turut membantu proses evakuasi. Korban diangkat dari dasar kolam dan dibawa ke gazebo. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek, kaos hijau, dan kaos kaki putih.
Upaya pertolongan pertama sempat dilakukan dengan memberikan tekanan pada dada korban, namun tidak berhasil. Korban kemudian dibawa ke RS Dharma Yadnya menggunakan kendaraan hotel. Sayangnya, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis.
Dari keterangan yang diperoleh, korban bersama tim sepak bolanya telah menginap beberapa hari di hotel tersebut untuk mengikuti turnamen internasional di Bali. Manajer tim berinisial AK (26) menyebutkan, sebelum kejadian korban terlihat berada di sekitar kolam, saat sejumlah anak lain sedang berenang di kolam dewasa maupun kolam anak.
Sementara itu, sebagian anggota tim lainnya tengah bermain sepak bola di area taman hotel. Sekitar pukul 20.23 Wita, mayoritas rombongan keluar hotel untuk makan malam di kawasan Sanur. Dari total 31 anggota tim, hanya satu anak yang pergi bersama orang tuanya, sedangkan korban tetap berada di hotel.
Sekitar satu jam kemudian, AK menerima informasi bahwa salah satu anggota timnya tenggelam. Ia bersama rombongan langsung kembali ke hotel dan bergegas menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tenggelam di kolam.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari hidung korban keluar buih halus berwarna putih, yang menguatkan dugaan meninggal karena tenggelam,” jelas Kompol Tomiyasa.
Saat ini, jenazah korban dititipkan di RS Bali Mandara sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak keluarga serta kedutaan. (*)