Imigrasi Ngurah Rai Pastikan Layanan Tetap Normal saat WFA Usai Libur Nyepi dan Lebaran

Imigrasi Ngurah Rai Pastikan Layanan Tetap Normal saat WFA Usai Libur Nyepi dan Lebaran (sumber foto: istimewa)

BADUNG, BALINEWS.ID — Kantor Imigrasi Ngurah Rai memastikan layanan keimigrasian di Bali tetap berjalan optimal meski menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) usai libur panjang Nyepi dan Idul Fitri.

Penyesuaian sistem kerja tersebut tidak memengaruhi kualitas pelayanan, baik bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Layanan seperti pembuatan dan penggantian paspor hingga perpanjangan izin tinggal disebut tetap berjalan normal.

Tak hanya di kantor, operasional di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga dipastikan tetap siaga penuh selama 24 jam setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus keluar-masuk penumpang di Bali.

BACA JUGA :  Prabowo akan Lantik Kepala Daerah Pada 6 Februari

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa penerapan WFA tidak akan mengurangi fungsi pengawasan.

“Tidak hanya berfokus pada sektor pelayanan publik, kami juga menegaskan bahwa fungsi keamanan dan penegakan hukum sama sekali tidak mengendur. Pengawasan terhadap aktivitas dan keberadaan orang asing tetap dilakukan secara rutin di wilayah kerja kami, yakni di Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan,” ujarnya.

“Dengan demikian, penerapan WFA pasca-libur ini dipastikan berjalan seimbang, di mana pelayanan publik tetap prima sekaligus ketertiban dan keamanan wilayah tetap terjaga dengan baik,” tambah Bugie.

BACA JUGA :  Balita 4 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai di Jalan Sedap Malam

Senada, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menegaskan bahwa kebijakan WFA telah melalui mitigasi risiko yang matang.

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran di bawah Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, untuk memastikan bahwa sistem WFA tidak menjadi penghalang dalam memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Bali sebagai etalase pariwisata dunia menuntut kesiapsiagaan tanpa henti. Oleh karena itu, digitalisasi layanan tetap didukung dengan kehadiran fisik petugas pada titik-titik krusial seperti Tempat Pemeriksaan Imigrasi,” tegas Felucia.

BACA JUGA :  Sri Mulyani Hingga Budi Arie Kena Reshuffle, Ini Daftar Nama Penggantinya

Ia menambahkan, pengawasan keimigrasian tetap berjalan terintegrasi melalui sistem informasi yang ada, baik secara administratif maupun di lapangan.

“Integritas dan profesionalisme pegawai tetap menjadi tolok ukur utama, baik mereka bekerja dari kantor maupun dari lokasi lain. Sistem pengawasan kami tetap beroperasi secara penuh melalui integrasi data dan pemantauan lapangan yang intensif, guna memastikan ketertiban keimigrasian di Bali tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kebijakan WFA ini diterapkan pada 16–17 dan 25–27 Maret 2026. Meski ada penyesuaian pola kerja, Imigrasi Ngurah Rai menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
ucapan hari raya nyepi k

Breaking News

Baca Lainnya