NASIONAL, BALINEWS.ID – Indonesia mendapat kepercayaan dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk maju sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2026.
“Indonesia resmi dipilih oleh negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG) untuk dinominasikan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026,” tulis Menteri Luar Negeri Sugiono, melalui keterangan resmi, Selasa (23/12/25).
Menurut Sugiono, Indonesia akan menggunakan peran ini untuk mendorong penyelesaian isu HAM melalui dialog dan kerja sama antarnegara. Pemerintah berkomitmen bekerja bersama seluruh anggota Dewan HAM PBB demi perlindungan dan pemajuan HAM secara global.
Penetapan resmi Presiden Dewan HAM PBB 2026 akan dilakukan pada 8 Januari 2026 dalam pertemuan Dewan HAM PBB. Jika resmi ditetapkan, jabatan tersebut akan dipegang oleh Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, yang akan memimpin seluruh sidang Dewan HAM PBB sepanjang tahun 2026.
Saat ini, Indonesia memang sedang menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2024–2026. Berdasarkan sistem giliran kawasan, Asia Pasifik memang mendapat jatah memimpin pada tahun 2026, sehingga pencalonan Indonesia sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.
Menariknya, kepemimpinan Indonesia ini bertepatan dengan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB, yang dinilai sebagai momen penting untuk mendorong pengelolaan isu HAM dunia yang lebih inklusif, terbuka, dan mengedepankan kerja sama internasional. (*)

