Investor Gelap Kuasai Bali

Tangkapan layar unggahan Sugi Lanus (kiri) dan Potret alam di Bali (kanan).
Tangkapan layar unggahan Sugi Lanus (kiri) dan Potret alam di Bali (kanan).

Tulisan oleh Catatan Harian Sugi Lanus, 26 Oktober 2025.

BALINEWS.ID – Dalam kasus Bali, masa depan pulau ini juga terancam buram menuju gelap karena situasi saat ini di mana “investor gelap” merajalela menguasai berbagai lahan dan titik investasi penting. Tangan-tangan mereka diperpanjang oleh makelar lokal yang berkolusi dengan pejabat korup dan politisi bayaran demi melancarkan ekspansi.

Dalam banyak kasus, investor gelap di Bali telah lama melanggar izin, melakukan perusakan alam, bahkan menimbulkan benturan dengan kegiatan adat dan budaya. Biang kerok masa depan gelap Bali tak lain adalah para investor gelap itu sendiri.

BACA JUGA :  Angkutan Siswa Gratis Klungkung Diperluas, Kini Jangkau Kecamatan Dawan

Investor gelap yang dimaksud mencakup perorangan, perusahaan lokal, maupun PMA yang secara terbuka menyalahi aturan atau regulasi lokal—biasanya dengan alasan telah mendapat izin pusat, atau karena adanya kongkalikong dengan aparat perizinan setempat, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Investor gelap memiliki banyak motif dan modus operandi. Gerak mereka begitu cepat, bak sulap yang sulit terdeteksi mata. Begitu cepat pula lanskap Bali dikonversi di berbagai wilayah. Batas abu-abu dalam perizinan dijadikan celah, sementara oknum pejabat kerap terlibat secara tidak langsung—melindungi diam-diam, bahkan ada yang berani memberikan pernyataan publik demi pembenaran konversi lahan hijau dan pertanian.

BACA JUGA :  Menteri Bahlil: Standar Baru! BBM Bakal Wajib Dicampur Etanol 10%

Seperti disampaikan Menkeu Purbaya, “Investor asing ke Indonesia tidak untuk membangun Indonesia, tapi menikmati kue pertumbuhan Indonesia.”

Hal ini sangat nyata terjadi di Bali. Para investor datang bukan untuk membangun Bali demi kesejahteraan warganya, melainkan untuk menjadikan tanah Bali sebagai mesin uang. Mereka tidak memiliki motivasi melindungi tanah Bali, melestarikan seni budaya, atau menjaga agama Hindu Bali. Tidak ada investor yang datang dengan tujuan melestarikan subak, sawah, danau, apalagi tradisi serta agama Hindu Bali.

BACA JUGA :  Cerita Pengusaha Padas Lenju Kertawangi: Dua Kali Ditangkap Padahal 'Setor' Rutin

Tujuan utama mereka hanyalah melipatgandakan uang. Tri Hita Karana dan seluruh nilai tradisi Hindu Bali hanya dijadikan pemanis untuk menarik keuntungan. Bagi mereka, Bali hanyalah mesin uang.

Konten dapat diakses di link : https://www.instagram.com/reel/DQRTPTaksEo/?igsh=MXBheG52emRvOHd6MA==

(*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Selamat Tahun Baru Imlek 2026 BaliNews.id

Breaking News

Baca Lainnya