DENPASAR, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali menggelar diskusi bersama Konsulat Jenderal (Konjen) China di Bali pada Kamis (12/3). Pertemuan tersebut membahas perkembangan pasar wisatawan China ke Bali sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi industri pariwisata saat ini.
Ketua ASITA Bali, Putu Winastra, mengatakan, salah satu perhatian utama dari pihak Konjen China adalah terkait standar keamanan dan kenyamanan produk pariwisata di Bali, khususnya pada sektor hotel dan restoran. Menurutnya, diperlukan sistem sertifikasi yang jelas untuk menjamin standar layanan dan kualitas produk pariwisata di Pulau Dewata.
“Dari pihak Konjen sangat memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan produk pariwisata di Bali, terutama hotel dan restoran. Jadi perlu ada sertifikasi yang memberikan standarisasi servis dan produk,” ujar Winastra.
Selain itu, isu lisensi dan asuransi juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Ia menyebutkan pihak Konjen China berharap pemerintah Indonesia dapat lebih tegas dalam memastikan wisatawan yang datang memiliki perlindungan asuransi.
“Kalau memang ada wisatawan yang tidak memiliki asuransi, sebaiknya ditolak. Ini sebenarnya langkah yang bagus untuk memastikan perlindungan bagi wisatawan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Winastra juga menyoroti persoalan penyewaan sepeda motor dan kendaraan bagi wisatawan. Ia menilai penyewaan kendaraan seharusnya hanya diberikan kepada wisatawan yang memiliki lisensi berkendara yang sah.
“Penyewaan sepeda motor dan kendaraan itu kalau memang tidak ada lisensinya, sebaiknya tidak diberikan. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Lebih lanjut, Winastra menegaskan bahwa standarisasi sertifikasi dan lisensi merupakan hal mendasar dalam menjaga kualitas destinasi wisata Bali. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara asosiasi pariwisata di Bali dengan pemerintah China, khususnya dalam hal pertukaran dan pembaruan informasi.
Dalam pertemuan tersebut, ASITA Bali juga berencana menyerahkan database anggota kepada pihak Konjen China untuk ditampilkan di laman resmi mereka. Langkah ini diharapkan memudahkan agen perjalanan dari China dalam mencari mitra lokal yang resmi di Bali.
“ASITA akan memberikan database anggota kepada Konjen China untuk ditampilkan di website mereka. Sehingga agen-agen dari China yang mencari local partner bisa melakukan penelusuran melalui web ASITA. Hal yang sama juga diminta untuk HPI agar ada standarisasi yang jelas,” ujar Winastra. (*)
