NASIONAL, BALINEWS.ID – Malam ini, Rabu (5/11/25) masyarakat Indonesia akan disuguhkan dengan fenomena Supermoon atau Purnama Perige, dimana bulan akan tampak 8% lebih besar dan sekitar 16% lebih terang daripada rata-rata.
Fenomena Supermoon terjadi ketika bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi (Perige), yang bertepatan dengan sekitar fase bulan purnama. Bulan akan terlihat lebih terang dan besar.
Dalam keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi, ada yang berbeda dari Supermoon sebelumnya, kali ini bulan akan terlihat lebih besar, karena jarak bulan lebih dekat lagi dengan bumi saat bulan purnama.
Fase Purnama Perige pada 5 November 2025 dapat diamati pada pukul 20:19 WIB, dimana jarak antara bulan dan bumi saat itu adalah 356.980 km, dengan ukuran semi-diameter bulan ± 14’ 42,65”.
Bulan berada pada posisi Perige pada tanggal 6 November 2025, pada pukul 05:28 WIB, dengan jarak 356.833 km dari bumi. Pada saat tersebut, tercatat sebagai jarak paling dekat bulan dengan bumi pada tahun 2025.
Kabar baiknya, fenomena ini bisa diamati dari seluruh wilayah Indonesia secara langsung dengan mata telanjang, asalkan kondisi cuaca mendukung.
Agar bisa mengamati fenomena Supermoon dengan optimal, pilihlah lokasi dengan langit terbuka, jauh dari polusi cahaya dan pepohonan tinggi, misalnya tepi pantai, bukit, atau area terbuka di pinggir kota.
Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah matahari terbenam hingga sekitar waktu puncak (21.00-22.00 WITA) karena bulan sedang muncul dan tampak besar di dekat horizon.
Jangan lupa untuk memperhatikan cuaca karena jika langit banyak awan atau hujan, pengamatan bisa terhalang, dan pastikan cek prakiraan cuaca lokal dulu.
Selain itu, jika lokasi pengamatan berada di perkotaan yang banyak polusi cahaya, efek besar-nya bisa kurang terlihat.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan langit malam. Selamat berburu Supermoon malam ini! (*)

