MATARAM, BALINEWS — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menguji kesiapan pengamanan menjelang MotoGP Mandalika 2026 melalui simulasi pengamanan dan kontinjensi Operasi Mandalika Rinjani 2026.
Simulasi digelar di area Parkir Timur Pertamina Mandalika International Circuit dan memperagakan sejumlah skenario yang berpotensi terjadi selama penyelenggaraan Grand Prix of Indonesia, mulai dari pengamanan penonton dan tamu VVIP hingga penanganan situasi kontinjensi.
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja hadir menyaksikan simulasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Direktur Utama ITDC Troy Waroka, para Kapolres/ta di Pulau Lombok, serta pemangku kepentingan terkait.
Sejumlah skenario diuji untuk melihat respons personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi. Skenario tersebut antara lain ancaman teror bom, kebakaran lahan, dan aksi unjuk rasa.
Kalingga mengatakan simulasi merupakan bagian dari persiapan pengamanan MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
“Pengamanan MotoGP ini kita beri sandi Ops Mandalika Rinjani 2026, di mana operasi ini melibatkan 2.678 personel gabungan, Polri, TNI, pemerintah dan segenap mitra kamtibmas dari elemen masyarakat,” kata Kalingga, seperti dilansir TBN NTB, Senin (27/9/2026).
Pengamanan Melibatkan Lintas Instansi
Menurut Kalingga, pengamanan MotoGP merupakan bagian dari rangkaian operasi yang telah dilakukan Polda NTB sebelum memasuki tahap puncak.
Polda NTB sebelumnya melaksanakan Operasi Kresna Mandalika Rinjani dan Operasi Cipta Mandalika Rinjani sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang penyelenggaraan ajang internasional tersebut.
“Puncak dari pengamanan MotoGP ini adalah Ops Mandalika Rinjani 2026. Operasi ini merupakan kerja bersama-sama antara Polri, TNI, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bagaimana menyukseskan event internasional ini,” ujar Kalingga.
Dalam simulasi, pola pengamanan diperagakan sejak penonton memasuki kawasan sirkuit melalui pintu-pintu yang telah ditentukan.
Pengamanan tamu VVIP juga menjadi bagian dari simulasi. Selain itu, personel diuji dalam menghadapi berbagai kondisi kontinjensi yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas sektor.
Kalingga menegaskan keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Karena itu, koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah, penyelenggara dan pemangku kepentingan terus diperkuat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kesuksesan MotoGP agar berjalan aman dan lancar adalah tugas kita bersama,” katanya.
ITDC Apresiasi Persiapan Pengamanan
Direktur Utama ITDC Troy Waroka mengapresiasi persiapan pengamanan yang dilakukan Polda NTB bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Troy, kesiapan tersebut telah diperlihatkan secara langsung melalui rangkaian simulasi yang digelar menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika.
“Kami apresiasi persiapan pengamanan yang dipersiapkan Polda NTB. Semua persiapan sudah kita saksikan bersama diperagakan dalam simulasi,” kata Troy.
Ia juga mengajak masyarakat NTB, khususnya warga Kabupaten Lombok Tengah, untuk ikut mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
“Mari kita bersama-sama seluruh masyarakat NTB, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, kita sukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Ini tentu akan memberikan manfaat positif bagi daerah dan masyarakat NTB,” ujarnya.
Melalui simulasi tersebut, seluruh unsur pengamanan diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pembagian tugas, prosedur penanganan dan pola koordinasi apabila terjadi situasi darurat selama rangkaian MotoGP berlangsung.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

