DENPASAR, BALINEWS.ID – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai halaman SLB Negeri 2 Denpasar pada Kamis (3/5). Untuk menyambut Hari Raya Nyepi, sekolah tersebut mengadakan RealB Kesanga Festival yang menampilkan kreativitas siswa tingkat SD hingga SMP.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk mengekspresikan ide dan bakat mereka melalui karya ogoh-ogoh yang dibuat bersama. Tahun ini, konsep ogoh-ogoh utama yang diangkat adalah sosok Dewa Baruna, dewa dalam kepercayaan Hindu yang dikenal sebagai penguasa lautan, samudra, langit, serta hujan, sekaligus penjaga keseimbangan hukum alam semesta.
Acara dibuka dengan pertunjukan fragmen tari yang dibawakan oleh para siswa. Tarian tersebut mengisahkan tentang Dewa Baruna serta pentingnya air sebagai sumber kehidupan bagi manusia. Setelah itu, para siswa melakukan parade ogoh-ogoh dengan berkeliling kawasan sekolah yang berlokasi di Sidakarya, Denpasar.
Kepala SLB Negeri 2 Denpasar, Ni Wayan Rapiyanti, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan menjelang Nyepi, tetapi juga sarana untuk menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa.
“Tahun lalu sudah kita adakan dan sekarang menjadi kegiatan yang kedua. Ini tidak semata-mata simbol menyambut Nyepi, tetapi memiliki makna mendalam. Dalam prosesnya, anak-anak belajar tentang pendidikan karakter, semangat gotong royong, serta toleransi,” ujarnya.
Rapiyanti menjelaskan, parade ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal Maret. Sejak 3 Maret 2026 lalu, sekolah telah menggelar lomba menggambar tingkat SD yang diikuti siswa dari SLB se-Bali. Selain itu, juga digelar lomba sketsa ogoh-ogoh dan lomba tapel ogoh-ogoh yang terbuka untuk masyarakat umum dengan total 52 peserta.
“Untuk lomba sketsa ogoh-ogoh dan tapel ogoh-ogoh, kami membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut berpartisipasi,” jelasnya.
Ia juga mengaku bangga karena beberapa alumni sekolah turut ambil bagian dalam lomba tersebut. Menurutnya, hasil karya para alumni bahkan menunjukkan kualitas yang sangat baik.
“Saya sangat bangga karena ada alumni kami yang ikut lomba sketsa dan tapel ogoh-ogoh, dan hasilnya pun sangat bagus,” tambahnya.
Rapiyanti menilai keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari para guru, komite sekolah, hingga siswa yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Suryawan, mengapresiasi kegiatan yang digelar sekolah tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk menampilkan keterampilan dan potensi siswa, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan yang dilakukan oleh SLBN 2 Denpasar ini sangat luar biasa. Artinya pihak sekolah dan dinas ingin terus menampilkan keterampilan yang dimiliki anak-anak peserta didik kita, khususnya anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Ia menambahkan, ajang kreatif seperti parade ogoh-ogoh sangat diharapkan karena mampu membuka ruang bagi para siswa untuk menunjukkan potensi mereka yang sering kali tersembunyi.
“Anak-anak ini memiliki potensi luar biasa, baik dari segi keterampilan maupun keahlian. Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan tersebut kepada masyarakat,” tutupnya. (*)
