Slot Header 970×90

Koster Panggil Pertamina soal Kelangkaan BBM, Pasokan Bali Ditargetkan Normal Sore Ini

Oleh Fery Fadli · null

12 Oktober 2026 pukul 17.10 WITA · 2 menit baca

Koster Panggil Pertamina soal Kelangkaan BBM, Pasokan Bali Ditargetkan Normal Sore Ini

DENPASAR, BALINEWS — Gubernur Bali Wayan Koster memanggil perwakilan Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bali, Senin (12/10/2026), untuk membahas gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali.

Usai pertemuan sekitar pukul 11.00 WITA, Koster menyatakan distribusi BBM ke seluruh wilayah Bali mulai dilakukan pada hari yang sama. Pasokan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditargetkan kembali normal pada sore hari.

“Hari ini mulai didistribusikan ke seluruh pelosok Bali sehingga pada sore ini masalah pasokan BBM sudah bisa diatasi,” kata Koster.

Menurut Koster, kapal pengangkut BBM milik Pertamina telah tiba di Bali pada Minggu (11/10/2026). Selain pasokan yang sudah tiba, kapal tambahan dijadwalkan kembali datang pada Selasa (13/10/2026) untuk memperkuat ketersediaan BBM.

“Oleh karena itu, pasokan BBM di semua pom bensin dipastikan normal kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan telah memperkuat pasokan BBM di Bali dengan mendatangkan kapal pengangkut berisi 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pemantauan stok dan konsumsi terus dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” kata Ahad.

Pertamina mencatat rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam mengatur pasokan dan menentukan prioritas distribusi ke SPBU sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina juga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.

Selain mendatangkan pasokan tambahan, Pertamina mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU. Evaluasi kebutuhan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan stok serta tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.

Gangguan pasokan BBM menjadi perhatian karena berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, aktivitas usaha, hingga distribusi barang di Bali. Karena itu, kelancaran penyaluran dari terminal ke SPBU menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat terpenuhi.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diminta mengakses kanal komunikasi resmi untuk memperoleh informasi yang akurat.

Informasi dan pengaduan terkait layanan maupun produk Pertamina dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

Meski pemerintah daerah dan Pertamina menyampaikan target pemulihan pasokan, kondisi di lapangan tetap menjadi penentu. Ketersediaan BBM di SPBU dan berkurangnya antrean akan menjadi indikator bahwa distribusi telah kembali berjalan normal.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.