Krama Bulian Meninggal Saat Prosesi Mekiis, Diduga Kelelahan

SINGARAJA, BALINEWS.ID – Suasana prosesi mekiis (melasti) di Desa Adat Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, mendadak berduka. Seorang krama setempat, Ketut Budiarta, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian upacara keagamaan tersebut, Rabu (1/4) sore.

Peristiwa ini mengejutkan masyarakat desa, mengingat almarhum dikenal aktif ngayah dalam berbagai kegiatan adat. Bahkan, kejadian krama meninggal saat mengikuti prosesi mekiis disebut baru pertama kali terjadi di desa tersebut.

Informasi yang dihimpun, prosesi mekiis merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan sesuai dresta setempat. Kegiatan dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, dengan mengarak berbagai sarad pelinggih menuju segara di wilayah Desa Kubutambahan, diikuti ratusan krama.

BACA JUGA :  Hendak Cek Proyek, Pekerja Jatuh ke Sungai Ayung

Salah satu kerabat almarhum, Komang Widi Pradnyana Putra, menuturkan bahwa saat perjalanan kembali dari segara menuju Desa Bulian sekitar pukul 14.00 Wita, almarhum turut mengusung (ngongong) sarad Linggih Agung Putra bersama kelompok Dadia VII.

Namun, di tengah perjalanan sekitar 400 meter dari lokasi, almarhum mengeluhkan kondisi fisiknya yang tiba-tiba terasa berat dan tidak biasa. Ia sempat menyampaikan keluhan tersebut sebelum akhirnya digantikan oleh krama lain.

“Setelah itu, beliau tiba-tiba lemas dan terjatuh di jalan. Saat kami coba bantu, kondisinya sudah tidak sadar,” ungkapnya.

BACA JUGA :  21 ABK Jadi Korban TPPO: Dijatah 2 Sendok Mi Per Hari, Upah Dipotong

Almarhum diketahui mengalami kondisi tubuh lemah, disertai keluarnya busa dari mulut. Dugaan sementara, korban mengalami kelelahan saat mengikuti prosesi yang cukup menguras tenaga tersebut.

Melihat kondisi tersebut, krama setempat segera meminta bantuan pecalang. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Giri Emas menggunakan sepeda motor. Namun, setibanya di rumah sakit, almarhum dinyatakan telah meninggal dunia.

Pihak keluarga mengaku masih terpukul atas kejadian tersebut, terlebih almarhum sebelumnya tampak sehat dan bersemangat mengikuti prosesi adat.

BACA JUGA :  ASITA Bali Audiensi dengan Pemkab Tabanan, Dorong Penguatan Desa Wisata dan Partisipasi BBTF 2026

Sementara itu, Kelian Dadia VII, Nyoman Cawiada, menyampaikan bahwa jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka di Banjar Dinas Banyu Buah, Desa Bulian. Pihak keluarga juga telah melaksanakan upacara ngulapin di lokasi kejadian dan rumah sakit.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di setra adat Desa Bulian pada 10 April 2026 mendatang. Semasa hidup, almarhum bekerja sebagai petani dan meninggalkan seorang istri serta tiga anak perempuan. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
ucapan hari raya nyepi k

Breaking News

Baca Lainnya