BALINEWS.ID, TABANAN – Sepanjang tahun 2025, Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali mencapai 1,4 juta kunjungan wisatawan. Namun begitu, salah satu ikon wisata di lumbung padinya Bali ini justru mengalami penurunan.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan didampingi Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan I Wayan Sanjaya Tampi menjelaskan penurunan ini jauh berbanding terbalik pada tahun 2024 lalu. “Iya ada penurunan. Namun kita berharap tahun depan kunjungan akan lebih meningkat lagi,” ujar Toni ditemui di lokasi, Rabu (31/12/25).
Ia menjelaskan, setidaknya ada penurunan sekitar 300 ribu dari tahun sebelumnya. Di tahun 2024, kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot mencapai 1,7 juta lebih wisatawan didominasi wisatawan domestik (wisdom) dari beberapa daerah di Indonesia.
Sedangkan wisatawan mancanegara, Toni menyebut ada dari beberapa negara yang masih mendominasi seperti China, India, Australia hingga Eropa. Untuk tahun 2025, wisdom mencapai 52 persen terbanyak ada dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
Sementara wisatawan mancanegara mencapai 48 persen dengan didominasi dari India, China dan Perancis. Mengenai pendapatan tahun ini, Toni menyebut masih sesuai dengan target yakni Rp 72 miliar lebih hal itu dikarenakan wisawatan mancanegara tahun ini mengalami peningkatan.
Ada beberapa hal yang membuat penurunan wisawatan salah satunya cuaca dan framing isu negatif terkait pariwisata negatif di media sosial, sehingga menurunkan minat kunjungan bagi wisawatan.
“Framing negatif soal destinasi pariwisata di media sosial juga mempengaruhi minat pengunjung untuk datang,” jelasnya.
Namun begitu, ia menganggap hal itu masih wajar mengingat tidak hanya DTW Tanah Lot, melainkan destinasi wisata lainnya yang ada di Tabanan juga ikut mengalami penurunan seperti DTW Jatiluwih, DTW Ulun Danu Beratan dan objek wisata lainnya. (*)


