Slot Header 970×90

Laura Moane Debut Film Horor Lewat The Doll Ghawiah.

Oleh Rushell Ambarita · Redaksi

17 Oktober 2026 pukul 17.41 WITA · 2 menit baca

Laura Moane Debut Film Horor Lewat The Doll Ghawiah.

BALINEWS – Laura Moane menjalani pengalaman baru dalam karier aktingnya melalui film horor The Doll Ghawiah. Film produksi Hitmaker Studios tersebut menjadi debut Laura di genre horor sekaligus tantangan untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya.

Laura mengaku sempat kebingungan ketika harus membangun ekspresi untuk adegan-adegan horor. Pasalnya, ia tidak terbiasa menonton film horor sehingga perlu mempelajari bagaimana menunjukkan ketakutan melalui ekspresi wajah dan pengaturan napas.

“Tantangannya banyak. Apalagi aku kan enggak pernah nonton film horor, jadi agak bingung tuh ekspresinya gimana, terus pernapasannya juga harus gimana,” ujar Laura saat wawancara doorstop film The Doll Ghawiah.

Ia merasa terbantu oleh sutradara Guntur Soeharjanto yang memberikan arahan mengenai emosi dan kebutuhan setiap adegan. Dukungan para pemain lain juga membantunya memahami karakter yang harus dibawakan.

Mengandalkan Ekspresi, Bukan Dialog

Dalam film tersebut, Laura memerankan Nala, anak bungsu dari pasangan Arya Pranata dan Evi. Karakter Nala digambarkan sebagai sosok introvert yang menyukai boneka dan kegiatan menjahit.

Menurut Laura, minimnya dialog menjadi salah satu tantangan tersendiri. Ia harus menyampaikan perasaan dan kondisi karakter melalui ekspresi yang terukur.

“Jadi harus very detail sama micro expression kita. Apalagi kan Nala dialognya enggak terlalu banyak, kayak introvert. Jadi harus kelihatan dari ekspresinya,” jelasnya.

Tantangan itu membuat Laura perlu memperhatikan detail penampilan, mulai dari tatapan mata hingga perubahan ekspresi kecil yang dapat memperkuat karakter.

Ia juga berdiskusi dengan Aisyah Aqilah, yang memerankan Gita, agar keduanya memiliki pemahaman yang sama mengenai hubungan antarkarakter dalam keluarga yang diceritakan di film tersebut.

Final Battle Jadi Adegan Terberat

Meski memiliki tantangan berbeda, Laura dan Aisyah sepakat bahwa bagian final battle menjadi salah satu rangkaian adegan paling berat selama produksi.

Aisyah mengatakan adegan tersebut menguras tenaga sekaligus mental. Pengambilan gambarnya berlangsung sekitar tujuh hari.

Bagi Laura, tantangan fisik yang dihadapinya tidak seberat adegan yang harus dijalani Aisyah. Namun, ia tetap dituntut menjaga konsistensi emosi dan ekspresi selama proses pengambilan gambar.

Laura juga mengungkapkan bahwa dirinya menjalani latihan menjahit selama persiapan film. Ia berlatih sekitar satu jam setiap hari ketika masa reading, selama kurang lebih lima hingga tujuh hari.

Latihan tersebut dilakukan untuk mendukung karakter Nala yang memiliki ketertarikan pada dunia jahit-menjahit.

Langsung Tertarik dengan Proyek Hitmaker

Laura mengaku tidak sempat merasa ragu ketika mendapat tawaran bermain dalam film horor tersebut.

Ia tertarik setelah melihat sinopsis dan mengetahui tim produksi serta para pemain yang terlibat.

“Pas lihat Hitmaker, sinopsisnya bagus, pemain-pemainnya oke, langsung ambil,” katanya.

Bagi Laura, keterlibatan dalam The Doll Ghawiah menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman aktingnya, terutama dalam menghadapi tuntutan genre horor yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.

Dalam film tersebut, Laura beradu akting dengan Titi Kamal, Darius Sinathrya, Aisyah Aqilah, Fara Shakila, dan Sara Wijayanto. Film ini disutradarai Guntur Soeharjanto dan diproduseri Rocky Soraya.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.