Manager DTW Jatiluwih Sering Jadi Sorotan, Padahal Kebijakan Penuh Ada di Badan Pengelola

Share:

Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna. (Istimewa)
Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna. (Istimewa)

TABANAN, BALINEWS.ID – Nama Manager Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna, kerap menjadi sorotan publik dalam berbagai isu pengelolaan kawasan wisata warisan budaya dunia UNESCO tersebut. Namun, Jhon menegaskan bahwa semua kebijakan sepenuhnya berada di tangan Badan Pengelola (BP) DTW Jatiluwih, bukan pada manajer operasional.

Badan Pengelola DTW Jatiluwih terdiri dari berbagai unsur penting, di antaranya Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata, desa adat, desa dinas, pekaseh, perbekel, hingga tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Beredar Rekaman Suara WA Agar Tidak Lewati Jalan Tegenungan, Benarkah Karena Begal?

“Badan Pengelola DTW Jatiluwih terdiri dari sejumlah pihak penting, ada Pemkab, Pekaseh, Desa Adat Gunungsari dan Jatiluwih, serta Perbekel,” jelas Jhon saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Menurutnya, peran manajer hanya sebatas menjalankan operasional, meningkatkan kunjungan wisatawan, memastikan pelayanan maksimal, dan menyusun laporan keuangan secara transparan setiap bulan. Pertanggungjawaban secara keseluruhan diserahkan kepada BP DTW di akhir tahun.

“Saya bertugas meyakinkan tamu agar datang ke Jatiluwih dan memberikan pelayanan terbaik. Yang paling penting, hasil tiket dikelola secara transparan,” ungkap Jhon yang juga pemilik Restu Dewata Bali Tours and Travel Agent ini.

BACA JUGA :  Gudang TPS3R Kesiman Petilan Terbakar, Diduga Karena Ini

Jhon menambahkan, posisinya sebagai manajer bukan tanpa tantangan. Selain harus memikirkan pelestarian kawasan, pengembangan, hingga promosi, ia juga wajib menyajikan laporan keuangan yang akuntabel setiap bulan. Apalagi, sejak tahun 2014 hingga 2023, menurutnya tidak ada pihak yang mengontrol langsung kinerja manajer DTW.

“Silakan tanya Pekaseh, Kepala Desa, maupun Perbekel, pasti mereka tahu bahwa saat itu tidak ada pembukuan yang jelas. Sekarang, semua diawasi ketat oleh BP DTW,” tegasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan membuat kebijakan. Semua keputusan penting, termasuk soal pembagian kontribusi antara BP DTW Jatiluwih dengan Pemkab Tabanan, sudah dituangkan dalam perjanjian resmi.

BACA JUGA :  Pemancing Asal Rusia Belum Ditemukan, Diduga Jatuh dari Perahu di Perairan Amed

“Tugas saya hanya memastikan dana dari penjualan tiket benar-benar dikelola secara transparan dan tepat sasaran, untuk kepentingan seluruh masyarakat Jatiluwih dan Kabupaten Tabanan,” pungkasnya. (*)

 

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

NASIONAL, BALINEWS.ID - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan untuk menon-aktifkan Eko Hendro Purnomo atau...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem,...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) akhirnya memecat Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari anggota DPR RI...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di depan Gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (30/8)...

Breaking News

Berita Terbaru
MDA
SMA
AS
LSD
GWK
BBM
P3K
BSU
DLH
OTA
CSR
BK
HIV
ABK
Teh
LPG
SIM
PNS
NTT
STT
PBB
PON
Bir
PMI
DIY
SBY
BCL
Art
SMP
PAW
IKN
PHK
NIK
USG
Pil
ATM
atv
DPR
AHY
kos
PSN
IU
PKB
ASN
KPK
BNN
PAD
TKP
KAI
SEO
BSN
Tas
lpd
5km
Run
Sar
UKT
tni
bkk
PLN
api
KTP
KEK
MoU
Kue
WNA
PMK
BPS