Manager DTW Jatiluwih Sering Jadi Sorotan, Padahal Kebijakan Penuh Ada di Badan Pengelola

Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna. (Istimewa)
Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna. (Istimewa)

TABANAN, BALINEWS.ID – Nama Manager Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna, kerap menjadi sorotan publik dalam berbagai isu pengelolaan kawasan wisata warisan budaya dunia UNESCO tersebut. Namun, Jhon menegaskan bahwa semua kebijakan sepenuhnya berada di tangan Badan Pengelola (BP) DTW Jatiluwih, bukan pada manajer operasional.

Badan Pengelola DTW Jatiluwih terdiri dari berbagai unsur penting, di antaranya Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata, desa adat, desa dinas, pekaseh, perbekel, hingga tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Pelanggan Air PDAM di Rendang Mengeluh, Air Keruh Seperti Lumpur

“Badan Pengelola DTW Jatiluwih terdiri dari sejumlah pihak penting, ada Pemkab, Pekaseh, Desa Adat Gunungsari dan Jatiluwih, serta Perbekel,” jelas Jhon saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Menurutnya, peran manajer hanya sebatas menjalankan operasional, meningkatkan kunjungan wisatawan, memastikan pelayanan maksimal, dan menyusun laporan keuangan secara transparan setiap bulan. Pertanggungjawaban secara keseluruhan diserahkan kepada BP DTW di akhir tahun.

“Saya bertugas meyakinkan tamu agar datang ke Jatiluwih dan memberikan pelayanan terbaik. Yang paling penting, hasil tiket dikelola secara transparan,” ungkap Jhon yang juga pemilik Restu Dewata Bali Tours and Travel Agent ini.

BACA JUGA :  Kasus Hibah di Desa Takmung: Setelah 30 Saksi, Kabag Kesra Badung Turut Dimintai Keterangan

Jhon menambahkan, posisinya sebagai manajer bukan tanpa tantangan. Selain harus memikirkan pelestarian kawasan, pengembangan, hingga promosi, ia juga wajib menyajikan laporan keuangan yang akuntabel setiap bulan. Apalagi, sejak tahun 2014 hingga 2023, menurutnya tidak ada pihak yang mengontrol langsung kinerja manajer DTW.

“Silakan tanya Pekaseh, Kepala Desa, maupun Perbekel, pasti mereka tahu bahwa saat itu tidak ada pembukuan yang jelas. Sekarang, semua diawasi ketat oleh BP DTW,” tegasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan membuat kebijakan. Semua keputusan penting, termasuk soal pembagian kontribusi antara BP DTW Jatiluwih dengan Pemkab Tabanan, sudah dituangkan dalam perjanjian resmi.

BACA JUGA :  Komitmen Sosial LPD Bonbiu: Santunan Duka, Sembako, hingga Dana Ngaben Masal

“Tugas saya hanya memastikan dana dari penjualan tiket benar-benar dikelola secara transparan dan tepat sasaran, untuk kepentingan seluruh masyarakat Jatiluwih dan Kabupaten Tabanan,” pungkasnya. (*)

 

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Selamat Tahun Baru Imlek 2026 BaliNews.id

Breaking News

Baca Lainnya