GIANYAR, BALINEWS.ID – Tim gabungan dari Polda Bali dan Polres Gianyar masih mendalami temuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar. Penyelidikan mengarah pada dugaan keterkaitan dengan kasus penculikan warga negara Ukraina, Ihor Komarav (28), yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Kuta Selatan.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengatakan terdapat indikasi kemiripan tato dan ciri fisik antara potongan tubuh yang ditemukan dengan korban penculikan tersebut. Namun, kepastian identitas masih menunggu hasil uji forensik dan pencocokan DNA.
“Memang ada dugaan kemiripan tato dan ciri fisik dengan salah satu korban yang dilaporkan hilang. Tapi kami tidak bisa menyimpulkan hanya dari pengamatan visual. Semua harus dipastikan melalui analisis forensik dan pencocokan DNA,” tegas Ariasandy, Jumat (27/2).
Potongan tubuh ditemukan warga sekitar pukul 10.00 Wita di kawasan muara sungai. Setelah menerima laporan, tim dari Ditreskrimum Polda Bali, Polres Gianyar, dan Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, bagian tubuh tersebut dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk menjalani autopsi dan pengambilan sampel DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Dari pemeriksaan awal, kondisi jenazah saat ditemukan sudah membusuk. Potongan tubuh yang ditemukan meliputi kepala, bagian tangan, bahu, paha hingga telapak kaki. Bahkan, sebagian organ dalam juga ditemukan di lokasi.
“Kalau dilihat secara kasat mata, itu jelas potongan tubuh. Sayatannya terlihat kasar di bagian persendian. Jadi bisa kami pastikan ini mutilasi,” ungkap Ariasandy.
Penyidik juga telah mengambil sampel DNA dari pihak keluarga korban penculikan warga Ukraina untuk dibandingkan dengan temuan tersebut. Hasil analisis laboratorium forensik nantinya akan menjadi dasar utama untuk memastikan apakah potongan tubuh itu identik dengan Ihor Komarav atau bukan.
Selain uji DNA, polisi turut memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan tersebut. Dugaan sementara, potongan tubuh kemungkinan dibuang dari lokasi lain lalu terbawa arus sungai sebelum akhirnya terdampar di muara saat pasang surut.
“Karena ditemukan di muara, ada kemungkinan terbawa arus. Titik awal pembuangan masih kami telusuri,” imbuhnya.
Hingga kini, identitas korban belum diumumkan secara resmi. Polda Bali menegaskan proses identifikasi akan dilakukan secara profesional dan ilmiah untuk memastikan keterkaitan dengan kasus penculikan warga Ukraina yang saat ini masih dalam penanganan. (*)


