ParQ Ubud Akan Dibuka, Sergey Solonin Janjikan Transformasi Berbasis Budaya

Share:

Penutupan Parq Ubud pada Senin, 20 Januari lalu oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Penutupan Parq Ubud pada Senin, 20 Januari lalu oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar.

UBUD, BALINEWS.ID — Lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai ParQ Ubud resmi ditutup. Kepemilikannya kini berpindah tangan kepada Sergey Solonin, seorang pengusaha dan investor yang telah lama menetap dan berkiprah di Bali.

Akuisisi ini dikonfirmasi telah sepenuhnya rampung sesuai dengan regulasi hukum di Indonesia, dengan dukungan dari otoritas terkait. Langkah ini menandai berakhirnya era lama yang sempat menimbulkan kegelisahan di masyarakat, sekaligus membuka lembaran baru menuju pengelolaan kawasan yang lebih transparan, legal, dan berorientasi pada kepentingan budaya lokal.

BACA JUGA :  Trotoar di Jalan Kedewatan Bolong, Dihalangi Pakai Drum

“Transisi ini adalah langkah awal menuju pembangunan yang bertanggung jawab—yang tak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal,” ujar Solonin dalam siaran pers, Jumat (20/6).

Solonin menegaskan komitmennya terhadap pelestarian identitas budaya Bali dan pengelolaan lahan yang sesuai hukum. Ia menyebut pertumbuhan Bali harus terjadi tanpa mengorbankan nilai-nilai yang menjadi ruh pulau ini.

“Kami menyelaraskan visi pengembangan kami dengan visi pemerintah, yang menekankan pentingnya akuntabilitas, penghormatan terhadap budaya, dan kepatuhan terhadap peraturan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Empat Tahun Sulit Cairkan Dana, Ini 7 Kesepakatan Nasabah dan LPD Bedulu

Menanggapi polemik masa lalu, Solonin mengaku memahami dampak sosial yang ditinggalkan, terutama terhadap pekerja lokal yang sebelumnya menggantungkan hidup di kawasan itu.

“Salah satu prioritas kami adalah memulihkan kepercayaan masyarakat, menjaga dan memperluas lapangan kerja bagi penduduk setempat. Tempat ini adalah milik komunitas, dan harus memberi manfaat nyata bagi mereka,” tegasnya.

Proses transformasi kawasan eks-ParQ Ubud kini memasuki tahap pengembangan awal, dengan visi jangka panjang yang menitikberatkan pada inklusivitas budaya, kepekaan terhadap lingkungan, transparansi hukum, serta kolaborasi lintas komunitas.

BACA JUGA :  Gegara Tersinggung! Warga Sumba Gontok-gontokan, Ini Kelanjutan Kasusnya

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

INTERMESO, BALINEWS.ID - Tak terasa, kita hampir memasuki bulan September. Waktu terasa bergerak cepat, dan sering kali tanpa...
Wayan Koster Respon Demo Hari ini: Silahkan Demo, Jangan Timbulkan Ketegangan Baru Denpasar, BaliNews.id - Aksi demo di...
DENPASAR, BALINEWS.ID - Masa seruan aksi di depan Mapolda Bali ini berlangsung dari Jalan Melati parkiran GOR I...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait tewasnya Afan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online...

Breaking News

Berita Terbaru
MDA
SMA
AS
LSD
GWK
BBM
P3K
BSU
DLH
OTA
CSR
BK
HIV
ABK
Teh
LPG
SIM
PNS
NTT
STT
PBB
PON
Bir
PMI
DIY
SBY
BCL
Art
SMP
PAW
IKN
PHK
NIK
USG
Pil
ATM
atv
DPR
AHY
kos
PSN
IU
PKB
ASN
KPK
BNN
PAD
TKP
KAI
SEO
BSN
Tas
lpd
5km
Run
Sar
UKT
tni
bkk
PLN
api
KTP
KEK
MoU
Kue
WNA
PMK
BPS