GIANYAR, BALINEWS.ID – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta nilai-nilai spiritual ditunjukkan para pemuda di Kabupaten Gianyar. Tiga organisasi kepemudaan, yakni Karang Taruna Kabupaten Gianyar, KNPI Kabupaten Gianyar, dan Pemuda Demokrat Indonesia, bersinergi menggelar aksi sosial dan spiritual bertajuk Harmoni dalam Bhakti, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga pura cagar budaya, yakni Pura Kebo Edan di Desa Pejeng, Pura Pagulingan di Desa Manukaya, serta Pura Mengening di Kecamatan Tampaksiring. Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi mereresik atau pembersihan area pura, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama, penyerahan punia, serta ditutup dengan ritual melukat.
Selain membersihkan lingkungan pura, para pemuda juga menyalurkan bantuan yang diperuntukkan bagi pura dan para pemangku. Untuk kebutuhan pura, diserahkan bantuan dupa serta pengadaan tempat sampah organik dan anorganik sebagai upaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Sementara itu, para pemangku menerima bantuan berupa kamen dan saput sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam melayani umat.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar sekaligus steering committee kegiatan, I Komang Adi Sudarta, S.P., mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi sebelumnya dalam Gianyar Health Run 2025. Ia menegaskan, kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci penting dalam memperkuat peran pemuda di tengah masyarakat.
Menurutnya, sinergi antarorganisasi tidak hanya memperkuat soliditas pemuda, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun spiritual.
Sementara itu, Ketua Panitia, Pande Wayan Kamas Indrawan, S.Si., menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan optimal. Dukungan tersebut antara lain datang dari Kaori Group yang menyediakan dupa, pedagang Pasar Seni Sukawati yang membantu pengadaan kamen dan saput, serta Toko 88 Perabot Rumah Tangga yang menyumbangkan tempat sampah organik dan anorganik.
Ia menilai, dukungan para mitra lokal sangat membantu dalam memaksimalkan pelaksanaan kegiatan meskipun dengan anggaran yang terbatas.
Kegiatan Harmoni dalam Bhakti ditutup dengan prosesi melukat di Pura Mengening. Prosesi ini menjadi simbol pembersihan diri sekaligus penguatan tekad para pemuda Gianyar untuk terus berkontribusi melalui kegiatan sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya serta spiritual di daerahnya. (*)

