NUSA PENIDA, BALINEWS.ID — Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Kumara Jaya di Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Sabtu (27/12/2025). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA dan mengakibatkan kerusakan pada bangunan sekolah serta sebuah warung milik warga.
Pemilik warung yang juga menjadi pelapor dalam kejadian tersebut adalah Ni Wayan Ekayanti (34), warga Dusun Kelod II, Desa Jungutbatu. Selain warung, pohon tumbang tersebut juga menimpa bangunan TK Kumara Jaya yang berada di lokasi yang sama.
Pantauan di lapangan menyebutkan kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WITA saat hujan deras dan angin cukup kencang melanda wilayah tersebut. Dimana salah seorang warga mendengar suara keras dari arah timur, yang semula dikira suara petir.
“Setelah dicek, ternyata sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bangunan TK serta warung,” ungkapnya salah seorang sumber di lapangan.
Mendapat laporan kejadian, personel Polsubsektor Lembongan bersama Koramil 1610 Nusa Penida, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta warga setempat segera turun ke lokasi. “Selanjutnya tim gabungan bergotong royong membersihkan pohon tumbang agar tidak menghambat aktivitas dan mencegah risiko lanjutan,” ujar Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya.
Akibat peristiwa tersebut, warung milik Ni Wayan Ekayanti mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp15 juta. Sementara itu, kerusakan pada bangunan TK Kumara Jaya diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp100 juta. “Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” imbuhnya.
Berdasarkan keterangan di lapangan, pohon tumbang diduga akibat curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah labil sehingga akar pohon tidak mampu menahan beban. Faktor usia pohon yang sudah tua dan perakaran dangkal turut memperparah kondisi tersebut. Saat kejadian, bangunan TK dalam keadaan kosong karena masih libur Natal dan Tahun Baru.
Pihak terkait mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya pohon tumbang, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Nusa Penida. (*)

