Polsek Payangan Gelar Pengamanan Buka-Tutup di Pernikahan Maxime dan Luna Maya

Maxime dan Luna Maya sempat menggelar prosesi siraman sebagai bagian dari momentum pernikahan sakral di Gianyar.
Maxime dan Luna Maya sempat menggelar prosesi siraman sebagai bagian dari momentum pernikahan sakral di Gianyar.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Pernikahan pasangan selebriti Maxime Bouttier dan Luna Maya di sebuah vila mewah kawasan Dusun Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan, pada Rabu (7/5), tak hanya mencuri perhatian publik, tetapi juga mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Lokasi pernikahan yang berbalut pemandangan lembah nan eksotis ini memang menjadi pilihan sempurna untuk momen sakral mereka. Tak heran, vila eksklusif tersebut kabarnya disewa dengan tarif mencapai belasan juta rupiah per malam.

BACA JUGA :  Hatten Wines Wins Prestigious Pioneer Award at detikBali Awards 2025

Guna memastikan jalannya acara tetap lancar dan aman, Polsek Payangan menerapkan sistem pengamanan buka-tutup. Kapolsek Payangan, AKP I Putu Mulyatra, membenarkan bahwa pihaknya diminta terlibat dalam pengamanan acara yang berlangsung secara tertutup itu.

“Benar, kami diminta bantu pengamanan. Kegiatannya tertutup, jadi kami hanya bertugas di luar area acara, termasuk pengaturan lalu lintas,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Pengamanan terbuka difokuskan pada arus kendaraan menuju vila, mengingat kawasan Payangan seringkali dipadati wisatawan dan aktivitas lokal. Tujuannya, tentu saja, untuk menghindari kemacetan dan memastikan kenyamanan tamu undangan maupun masyarakat sekitar.

BACA JUGA :  Harapan Rafi Ahmad di Festival Saba 2025; Lestarikan Kesenian dan Budaya Lokal

Sebelum hari bahagia tersebut, Maxime dan Luna juga menjalani prosesi adat siraman khas Jawa. Dalam ritual tersebut, tubuh calon pengantin disiram air bunga sebagai lambang pembersihan jiwa dan raga menjelang kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.

Pernikahan keduanya menjadi bukti bahwa meski bersifat privat, acara kalangan selebriti tetap membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk aparat kepolisian. Hal itu bertujuan demi kelancaran dan ketertiban, terutama di lokasi wisata seperti Payangan yang menjadi penyangga kawasan Ubud. (bip)

BACA JUGA :  Sosok Prof. Wayan Dibia, Seniman Singapadu Gianyar yang Aktif Menulis Buku

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Selamat Tahun Baru Imlek 2026 BaliNews.id

Breaking News

Baca Lainnya