Ritual Sakral Nangluk Desa, Tradisi Melasti Kedasa di Desa Adat Sema Agung yang Sarat Makna

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Tradisi Melasti yang umumnya dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi memiliki keunikan tersendiri di wilayah Desa Adat Sema Agung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Di desa ini, masyarakat melaksanakan ritual yang dikenal sebagai Melasti Kedasa Makekobok Nangluk Desa, yang digelar setiap Purnama Kedasa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, sekaligus sebagai upaya spiritual untuk menetralisir pengaruh negatif yang dapat mengganggu keharmonisan desa.

BACA JUGA :  Denpasar Siapkan Posko Terpadu untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2025

Keunikan ritual ini tidak hanya terletak pada waktu pelaksanaannya, tetapi juga pada iringan bunyi tek-tekan dan semprong yang mengiringi jalannya prosesi. Bunyi tersebut dipercaya sebagai simbol “nunas kedegdegan jagat”, yakni permohonan kekuatan serta perlindungan bagi alam semesta beserta isinya.

Prosesi sakral ini diikuti oleh seluruh krama desa secara gotong royong dengan penuh khidmat. Selain sebagai tradisi turun-temurun, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat setempat.

Melasti Kedasa Makekobok Nangluk Desa kini tidak hanya menjadi warisan budaya lokal, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dalam kearifan lokal Bali, khususnya di Kabupaten Klungkung.

BACA JUGA :  Diduga Tenggak Racun Tikus, 2 Pria Ditemukan Tewas di Apartemen Denpasar

Pantauan di lapangan Kamis (2/4/2026), persiapan tradisi ini sudah dilakukan sejak pukul 06.00 WITA untuk ngiring melasti menuju Pantai Tegal Besar. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
ucapan hari raya nyepi k

Breaking News

Baca Lainnya