KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Tradisi Melasti yang umumnya dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi memiliki keunikan tersendiri di wilayah Desa Adat Sema Agung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
Di desa ini, masyarakat melaksanakan ritual yang dikenal sebagai Melasti Kedasa Makekobok Nangluk Desa, yang digelar setiap Purnama Kedasa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, sekaligus sebagai upaya spiritual untuk menetralisir pengaruh negatif yang dapat mengganggu keharmonisan desa.
Keunikan ritual ini tidak hanya terletak pada waktu pelaksanaannya, tetapi juga pada iringan bunyi tek-tekan dan semprong yang mengiringi jalannya prosesi. Bunyi tersebut dipercaya sebagai simbol “nunas kedegdegan jagat”, yakni permohonan kekuatan serta perlindungan bagi alam semesta beserta isinya.
Prosesi sakral ini diikuti oleh seluruh krama desa secara gotong royong dengan penuh khidmat. Selain sebagai tradisi turun-temurun, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat setempat.
Melasti Kedasa Makekobok Nangluk Desa kini tidak hanya menjadi warisan budaya lokal, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dalam kearifan lokal Bali, khususnya di Kabupaten Klungkung.
Pantauan di lapangan Kamis (2/4/2026), persiapan tradisi ini sudah dilakukan sejak pukul 06.00 WITA untuk ngiring melasti menuju Pantai Tegal Besar. (*)