Slot Header 970×90

Lifestyle

Setelah 60 Tahun, Puri Singasana Tabanan Gelar Royal Wedding, Pengantin Digotong Tandu Diiringi Gong Beri

Oleh Indra Putra

20 Agustus 2026 pukul 12.53 WITA · 1 menit baca

TABANAN, BALINEWS.ID – Momen bersejarah kembali menggetarkan jantung budaya Bali. Setelah enam dekade tidak terselenggara, Puri Agung Singasana Tabanan menggel…
TABANAN, BALINEWS.ID – Momen bersejarah kembali menggetarkan jantung budaya Bali. Setelah enam dekade tidak terselenggara, Puri Agung Singasana Tabanan menggel… — BaliNews.id

TABANAN, BALINEWS.ID – Momen bersejarah kembali menggetarkan jantung budaya Bali. Setelah enam dekade tidak terselenggara, Puri Agung Singasana Tabanan menggelar kembali Pawiwahan Agung (pernikahan agung/royal wedding) dengan prosesi lengkap ala kerajaan pada Agustus 2026. Peristiwa langka ini melibatkan dua keluarga besar, yakni Puri Agung Singasana dan Puri Dangin Tabanan.

Rangkaian upacara dilaksanakan dalam kategori utama (utama) sebagai keputusan bersama kedua keluarga besar untuk merestorasi warisan leluhur serta melestarikan adat istiadat dan budaya puri yang dirayakan penuh kewibawaan.

Puncak Prosesi dan Suara Magis Gong Beri

Puncak rangkaian acara berlangsung pada Minggu (16/8/2026), saat mempelai pria, I Gusti Ngurah Bagus Arya Dananjaya, S.T., (Puri Agung Singasana) memimpin prosesi pengambilan mempelai wanita, Sagung Putri Trian Dewi (Puri Dangin Tabanan).

Sorotan utama tertuju pada hadirnya kembali Gamelan Gong Beri, instrumen sakral hasil akulturasi budaya Bali-China di masa lampau.

Gong Beri diiringi kombinasi gong berukuran khusus, klenteng (kenong bergaya China), kendang, dan suling yang menghasilkan tetabuhan ritmis magis untuk mengatur langkah barisan arakan (mepeed).

"Ini adalah kali pertama dalam 60 tahun terakhir Gong Beri bergema lagi untuk mengiringi arakan mempelai kerajaan di Tabanan. Ini bukan sekadar musik, ini adalah suara sejarah yang hidup kembali," tegas Manggala Karya Pawiwahan Agung Puri Tabanan, Dr. I Gusti Ngurah Ardana.

Rangkaian Ritual Adat Kerajaan

Ngungkab Lawang: Ritual ketuk pintu suci dipimpin oleh dua Sulinggih dan dua Juru Gending yang menembangkan syair kidung/kekawin.

Sungkem & Mepeed: Usai sungkem meminta restu orang tua, kedua mempelai ditandu menggunakan Joli dan diarak dari Puri Dangin menuju Puri Agung Singasana Tabanan.

Banten Penyapa: Tiba di depan pintu masuk (Apit Surang) Puri Agung, ibu mempelai pria menyambut pengantin wanita dengan Banten Penyapa, didahului penyingkapan kerudung sebagai simbol penerimaan resmi ke dalam keluarga baru.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.