BALINEWS – Kehidupan asmara Shinta Bachir kembali menjadi perhatian. Aktris yang kini terlibat dalam series Sleeping with the Enemy tersebut mengungkapkan bahwa dirinya tidak menutup hati untuk kembali membangun rumah tangga.
Menariknya, Shinta mengaku sudah banyak pria yang berusaha mendekatinya, bahkan ada yang datang dengan niat serius untuk melamar.
"Yang jodoh-jodohin, ngelamar tuh sudah banyak," ungkap Shinta sambil tertawa.
Ketika ditanya mengenai latar belakang pria yang mendekatinya, Shinta hanya memberikan jawaban singkat bahwa mereka berasal dari berbagai kalangan.
Ia juga mengakui ada pria yang sudah menunjukkan keseriusan dengan ingin bertemu dan berkenalan dengan keluarganya. Namun, Shinta memilih untuk tidak terburu-buru memberikan jawaban.
Tak Harus Kaya, yang Penting Sayang Anak
Meski mengaku banyak mendapatkan perhatian dari pria, Shinta menegaskan bahwa kekayaan bukan menjadi syarat utama dalam memilih pasangan hidup.
Baginya, calon pasangan harus memiliki ketulusan, mampu menyayangi anaknya, serta menerima perjalanan hidup yang telah dilaluinya.
"Kriterianya ya harus sayang sama anakku dan menerima semua masa laluku dan masa sekarang," jelasnya.
Shinta juga memiliki pandangan tersendiri mengenai pria kaya. Menurutnya, memiliki harta berlimpah tidak akan berarti jika seseorang memiliki sifat pelit.
"Tajir kalau pelit buat apa, ya kan?" ujarnya.
Lebih Baik Sendiri daripada Salah Memilih Pasangan
Shinta mengaku tidak ingin asal menghadirkan seseorang dalam kehidupannya hanya karena ingin memiliki pasangan.
Ia menyadari bahwa hubungan yang salah justru berpotensi membuat seseorang kehilangan kebahagiaan.
"Hati dari dulu aku buka terus, tapi harus cari yang benar. Karena takutnya kita mendatangkan orang dalam hidup kita, kita enggak jadi bahagia, buat apa? Lebih baik hidup sendiri kita bahagia, kenapa kita harus mendatangkan orang lain?" tuturnya.
Bagi Shinta, kebahagiaan dirinya dan anak tetap menjadi prioritas. Karena itu, meskipun kesempatan untuk kembali membangun rumah tangga terbuka, ia memilih lebih selektif sebelum menentukan pasangan hidup.

