Slot Header 970×90

Sukses Digelar, Gianyar Dancesport Festival 2026 Jadi Ajang Pembibitan Atlet Menuju PON 2028

Oleh Kaka · Redaksi

27 September 2026 pukul 16.58 WITA · 3 menit baca

Gianyar Dancesport Festival 2026 yang kembali digelar di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Minggu (27/9/2026).
Gianyar Dancesport Festival 2026 yang kembali digelar di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Minggu (27/9/2026). — Koko

GIANYAR, BALINEWS – Perkembangan olahraga dancesport di Kabupaten Gianyar terus menunjukkan peningkatan. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan Gianyar Dancesport Festival 2026 yang kembali digelar di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Minggu (27/9/2026).

Festival tersebut menjadi ajang bagi atlet dancesport, baik pemula maupun atlet yang telah memiliki pengalaman bertanding, untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan bakat dan prestasi di hadapan publik.

Kegiatan dibuka oleh Ni Made Suparmi selaku Ketua Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PP IODI.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pengprov IODI Bali Ni Made Suparmi mengapresiasi konsistensi pelaksanaan festival dancesport di Gianyar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi indikasi semakin berkembangnya olahraga dancesport di daerah tersebut.

“Kami sangat bangga karena ini merupakan event kedua yang dilaksanakan di tempat yang sama. Perkembangan dancesport di Gianyar sangat luar biasa, termasuk prestasinya,” ujarnya.

Suparmi yang juga mantan pesilat andalan Bali itu pun berharap para atlet mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, pembinaan atlet perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia juga menyoroti potensi atlet putra dancesport yang cukup banyak di Gianyar.

“Harapan kami tahun depan sudah mulai mempersiapkan diri untuk 2028. Kami bangga di Gianyar banyak atlet dancesport putra. Selamat kepada adik-adik semua. Berlatihlah seperti bertanding, karena proses tidak akan mengkhianati hasil,” katanya.

Sementara itu, Ketua IODI Kabupaten Gianyar, I Ketut Gede Agus Adi Saputra, mengatakan penyelenggaraan festival tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya organisasi dalam membuka ruang yang lebih luas bagi atlet pemula untuk berkembang.

“Ini bisa terselenggara berkat kerja keras kita bersama. Selaku pengurus, kami mengucapkan terima kasih karena telah diberikan ruang kepada atlet pemula maupun atlet yang sudah berpengalaman untuk berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.

Selain menjadi arena kompetisi, festival tersebut juga dimanfaatkan untuk menjaring bibit-bibit baru di cabang olahraga dancesport. IODI Gianyar berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni olahraga tersebut secara serius.

Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar yang sebelumnya memberikan bimbingan teknis (bimtek) selama dua hari. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak pelatih dancesport.

“Bimtek selama dua hari yang diberikan Dispora Kabupaten Gianyar turut membantu melahirkan pelatih-pelatih yang hebat. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.

Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjadikan festival sebagai kesempatan menguji kemampuan sekaligus membangun karakter dalam olahraga.

“Selamat bertanding dan tunjukkan sportivitas,” pesannya.

Gianyar Dancesport Festival 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan. Keberlanjutan pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, serta kesempatan bertanding bagi atlet pemula menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi dancesport Gianyar, sekaligus mempersiapkan atlet menuju berbagai kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional.

Sementara itu, salah satu peserta dari SD Negeri 2 Tulikup, I Gusti Ayu Damayanti mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Apalagi saya belajar dancesport ini belum lama, jadi ikut dalam Dancesport Festival ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya," ungkapnya.

Begitu juga dengan rekannya, Ni Komang Trisna Devi. Siswi SD Negeri 2 Tulikup itu bahkan melenggang hingga babak semi final pada kategori Junior Sylabus Cha Cha meskipun baru pertama kali mengikuti perlombaan. "Tidak menyangka sih, karena sejak awal ingin mencari pengalaman dulu," ujarnya. (*)

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
Kaka

Kaka

-

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.