Tagel Winarta Desak DPRD Bali Tegas Sikapi Polemik Penutupan Akses Jalan GWK Ungasan

Tagel Winarta Desak DPRD Bali Tegas Sikapi Polemik Penutupan Akses Jalan GWK Ungasan

DENPASAR, BALINEWS.ID – Polemik terkait penutupan akses jalan menuju kawasan permukiman warga di sekitar Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, Badung, kembali memanas.

Sebelumnya, pada Senin (22/9/25), puluhan warga Banjar Adat Giri Dharma, Desa Adat Ungasan, mengunjungi Gedung DPRD Provinsi Bali untuk menyuarakan keresahan mereka. Mereka merasa kebijakan manajemen GWK yang menutup akses jalan menuju rumah mereka sangat tidak adil dan berdampak besar bagi ratusan kepala keluarga.

“Kami berharap DPRD Bali dapat turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” kata salah satu perwakilan warga saat aksi di gedung dewan.

BACA JUGA :  Siap-Siap! Nanti Malam Gerhana Bulan "Blood Moon" Bisa Diamati dari Indonesia

Menurut warga, kebijakan ini sangat merugikan mereka karena akses menuju rumah terhalang. Menanggapi hal ini, I Wayan Tagel Winarta, anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Gianyar, menegaskan bahwa lembaga legislatif tidak bisa hanya diam.

“Adil atau tidak adil, hari ini masyarakat jelas dirugikan. DPRD tidak boleh membiarkan warga kehilangan hak akses menuju rumah mereka,” ujar Tagel saat menerima perwakilan warga di ruang rapat DPRD Bali.

Ia menambahkan, aspirasi yang disampaikan oleh warga harus diperjuangkan karena itu adalah mandat rakyat yang harus diperhatikan.

BACA JUGA :  Dihadapan Menpar, Ketua ASITA Bali Tegaskan Harapan Pusat Bantu Tertibkan OTA dan Izin Transportasi Pariwisata

“Jangan anggap aspirasi masyarakat ini sekadar formalitas. Ini adalah jeritan warga yang hidupnya terganggu karena akses jalan ditutup. DPRD harus berdiri di pihak rakyat,” tegasnya dengan lantang.

Tagel juga menekankan pentingnya solusi segera. Jika dalam waktu seminggu tidak ada penyelesaian, menurutnya DPRD harus mengambil sikap tegas demi keadilan.

“Kalau jalan itu tidak dibuka dalam waktu dekat, maka lembaga ini harus mengambil sikap tegas,” tambahnya.

Bagi Tagel, persoalan ini lebih dari sekadar masalah fisik jalan. Ini menyangkut hak dasar warga untuk mendapatkan akses yang layak, serta peran negara dalam memastikan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya.

BACA JUGA :  “la pHiye”: Pameran Terbaru Daniel Kho Hadirkan Dunia Visual Nyentrik dan Reflektif

“Masalah akses jalan ini bukan hanya soal jalur, tetapi juga soal martabat dan hak hidup yang layak bagi masyarakat,” jelasnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

BADUNG, BALINEWS.ID – Seorang residivis kasus pencurian perhiasan kembali berurusan dengan hukum setelah diduga menggasak emas senilai Rp...
TABANAN, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan guna...
BADUNG, BALINEWS.ID -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Hari Valentine kerap identik dengan cokelat, bunga mawar, dan makan malam romantis. Meski klasik dan...