Slot Header 970×90

Lifestyle

Tangan Diarahkan ke CCTV, Dua WNA Diduga Gasak Uang Pedagang di Bajera Tabanan

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

21 September 2026 pukul 07.53 WITA · 2 menit baca

BALINEWS.ID - Ada satu detail di rekaman CCTV warung sembako itu yang membuat orang berhenti menonton: salah satu WNA tertangkap kamera mengarahkan tangannya k…
BALINEWS.ID - Ada satu detail di rekaman CCTV warung sembako itu yang membuat orang berhenti menonton: salah satu WNA tertangkap kamera mengarahkan tangannya k… — BaliNews.id

BALINEWS.ID - Ada satu detail di rekaman CCTV warung sembako itu yang membuat orang berhenti menonton: salah satu WNA tertangkap kamera mengarahkan tangannya ke sensor CCTV.

Rekaman itu kini viral di media sosial dan menjadi bahan penyelidikan Polsek Selemadeg. Dua warga negara asing (WNA) diduga mencuri uang I Made S (52), pemilik warung di Banjar Dinas Bajera Jero, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Peristiwanya terjadi Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.30 WITA, dengan kerugian Rp800.000.

Semuanya berawal dari transaksi biasa. Keduanya datang, berbicara dalam bahasa Inggris, dan membeli gula pasir seharga Rp5.000. Setelah itu salah satunya meminta tukar uang pecahan Rp100.000. Karena kendala bahasa, Made mengira uang itu hendak ditukar ke pecahan Rp10.000. Ia pun mengeluarkan pecahan Rp10.000, Rp20.000, sampai Rp50.000, tapi tidak ada yang dipilih.

Saat Made lengah, terduga pelaku mengambil sendiri uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 dari dalam tas. Made curiga, merebut uang itu kembali, lalu menyerahkan dua lembar Rp50.000 sebagai penukaran. Ia mengira urusan selesai.

Padahal belum. Seorang saksi bernama Vevi (41) melihat Made tampak linglung karena terus diajak bicara secara intensif oleh kedua WNA itu. Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi mengatakan Vevi sempat mencoba memecah fokus mereka.

"Saksi sempat memanggil korban dengan alasan hendak belanja untuk memecah fokus kedua WNA," jelas Subadi.

Namun saat ditanya setelah kedua pelaku pergi, Made belum sadar ada uang yang hilang. Ia baru tahu setelah menghitung ulang isi tasnya: delapan lembar Rp100.000 raib. Artinya, meski sempat merebut uangnya kembali, uang itu tetap hilang tanpa ia sadari saat kejadian berlangsung. Polisi menduga modusnya adalah pengalihan konsentrasi korban.

Kini Polsek Selemadeg mendalami rekaman CCTV, memeriksa saksi, dan menelusuri dugaan bahwa kedua WNA pernah beraksi di tempat lain.

"Kami mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dengan modus sama agar segera melapor ke kantor polisi terdekat," tegas Subadi.

Lewat Bhabinkamtibmas, polisi juga mengimbau para pedagang dan pemilik usaha setempat agar lebih waspada terhadap warga asing yang berperilaku mencurigakan.

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.