BALINEWS, – The Lanang Band merayakan satu tahun perjalanan bermusik di The Javarock Cafe, Kemang, Jakarta. Dalam perayaan tersebut, band yang beranggotakan anak-anak berkebutuhan khusus ini membawakan 11 lagu bersama teman-teman istimewa yang turut hadir.
Memasuki usia satu tahun, The Lanang Band telah merilis tiga single dan tampil di sejumlah panggung publik. Band bergenre pop rock ini menargetkan dapat menembus industri musik Indonesia sekaligus memperluas jangkauan penonton di luar komunitas disabilitas.
Manager The Lanang Band, Mira Kohler, yang juga merupakan ibu dari Fadil, gitaris sekaligus vokalis band tersebut, mengatakan perjalanan kelompok musik ini bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga mendorong kemandirian para personel.
“Alasannya supaya mereka bisa mandiri, supaya mereka bisa diterima untuk semua khalayak,” ujar Mira saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai alasan The Lanang Band konsisten berkarya

Gambar: [Foto bersama Sahabat Istimewa]
Tiga Single Jadi Langkah Awal Perjalanan Musik
The Lanang Band telah merilis tiga single, yakni Aku Istimewa, Sahabat Sejati, dan Ayah Ibu. Mira menjelaskan bahwa dua single pertama dirilis lebih dahulu, sedangkan single ketiga, Ayah Ibu, disebut dalam wawancara telah dirilis pada 10 Oktober 2024.
Menurut Mira, proses rekaman Ayah Ibu menjadi pencapaian tersendiri karena seluruh personel terlibat dalam pengisian vokal dan permainan alat musik masing-masing.
“Yang ketiga alhamdulillah untuk yang ‘Ayah Ibu’ ini, mereka semua mengisi dari suara dan alat musik sendiri,” kata Mira.
Mira juga menjelaskan bahwa The Lanang Band mengusung genre pop rock karena sesuai dengan minat para personelnya terhadap musik rock.
“Berhubung anak-anaknya senang rock, jadi kita bikinin musiknya itu musik pop rock,” ujarnya.
Tampil di Panggung Publik, Bidik Industri Musik
Dalam satu tahun perjalanan, The Lanang Band telah tampil di sejumlah acara, di antaranya PAM Jaya, Dufan, dan Festival Gondangdia. Mira juga menyebut adanya target untuk tampil dalam acara yang diselenggarakan Remember Me.
Penampilan di berbagai acara tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan para personel sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas.
The Lanang Band ingin memperoleh kesempatan tampil yang lebih luas di industri musik Indonesia, tidak hanya di lingkungan komunitas disabilitas. Melalui karya dan penampilan mereka, band ini ingin menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki potensi untuk berkembang di dunia musik.
Latihan Terstruktur untuk Mengembangkan Potensi
Proses latihan The Lanang Band dilakukan dengan pendekatan yang menekankan pola dan kebiasaan. Mentor musik Kak Alif, yang berbicara bersama Kak Renggo dalam sesi wawancara, menjelaskan bahwa mereka menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan agar para personel dapat menerima materi musik dengan baik.
“Kalau kita tuh pakai fun and education, jadi menyenangkan main musiknya,” ujar Kak Alif.
Ketiga personel The Lanang Band juga memiliki kemampuan memainkan beberapa alat musik. Rifa bermain drum dan piano serta mengisi vokal. Fadil memainkan gitar, piano, dan bass sekaligus menjadi vokalis, sedangkan Vio memainkan bass, drum, dan gitar.
Respons Masyarakat dan Harapan untuk Masa Depan
Mira mengatakan respons masyarakat terhadap penampilan The Lanang Band sejauh ini cukup baik. Menurutnya, sejumlah penonton menikmati pertunjukan mereka dan baru mengetahui bahwa para personel merupakan anak-anak berkebutuhan khusus setelah mendapat penjelasan dari pembawa acara.
Meski demikian, Mira mengakui bahwa mereka juga pernah menghadapi pandangan negatif. Pengalaman tersebut dijadikan masukan untuk terus memperbaiki kemampuan dan kualitas penampilan.
Saat ini, The Lanang Band telah memiliki tiga single dan membuka peluang untuk mengembangkan karya-karya tersebut menjadi sebuah album. Mira berharap para personel dapat terus berkembang, mandiri, dan memperoleh tempat yang lebih luas di industri musik Indonesia.
“Harapan saya, di usia satu tahun ini, The Lanang Band dapat mampu terbang dengan sayap mereka sendiri, musiknya bisa diterima masyarakat luas, serta selalu menjadi kebanggaan orang tua,” ujar Mira.
Harapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan The Lanang Band untuk terus berkarya sekaligus menunjukkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus melalui musik.

