Tolak Proyek Tangki Minyak di Badung, Ketua Persadha Nusantara Bali: Bali Bukan Tempat untuk Proyek Beresiko Tinggi

Persadha Nusantara Bali Tolak Proyek Tangki Minyak di Badung, Ingatkan Ancaman Terhadap Pariwisata (sumber foto: istimewa, Kementrian ESDM)

DENPASAR, BALINEWS.ID – Persadha Nusantara Provinsi Bali menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pembangunan infrastruktur tangki minyak skala besar di wilayah Kabupaten Badung. Proyek yang dikaitkan dengan ketahanan energi nasional tersebut dinilai beresiko tinggi terhadap lingkungan, budaya, dan keberlanjutan ekonomi Bali.

Dalam press realese yang diterima Balinews.id, Ketua Persadha Nusantara Provinsi Bali, I Ketut Sae Tanju, menegaskan bahwa Bali tidak layak dijadikan lokasi proyek tersebut.

“Bali bukan tempat yang tepat untuk proyek beresiko tinggi seperti ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bali bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang hidup yang sarat nilai adat, budaya, dan spiritual. Karena itu, pendekatan pembangunan yang bersifat teknokratis dinilai tidak cukup untuk memahami kompleksitas Bali.

BACA JUGA :  Gung Anom Ingatkan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian

“Atas nama ketahanan energi nasional, Bali kini diarahkan menjadi bagian dari sistem logistik energi berisiko tinggi. Bagi kami, ini adalah ancaman nyata,” katanya.

Menurutnya, dalam filosofi Tri Hita Karana, keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai spiritual merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Bali. Pembangunan yang mengabaikan prinsip tersebut dinilai berpotensi merusak harmoni yang telah terjaga.

“Ketika negara memaksakan proyek industri berat tanpa sensitivitas terhadap nilai ini, maka yang dipertaruhkan bukan hanya ekosistem, tetapi juga harmoni kehidupan masyarakat Bali secara menyeluruh,” tegasnya.

BACA JUGA :  Seluruh Fraksi DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah Disahkan Menjadi Perda

Persadha Nusantara Bali juga menyoroti potensi dampak lingkungan dan ekonomi. Mereka mengingatkan bahwa risiko kebocoran minyak dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Satu insiden kebocoran minyak saja akan cukup untuk merusak laut Bali, menghancurkan sektor pariwisata, serta merusak citra Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya menilai rencana tersebut mencerminkan ketimpangan dalam pembangunan nasional yang masih menempatkan daerah sebagai objek.

“Kami menolak logika pembangunan yang menjadikan Bali sebagai korban diam atas nama kepentingan nasional,” katanya.

BACA JUGA :  Laka Lantas di Jalan Raya Gunaksa, Pengendara Motor Alami Luka Serius

Dalam pernyataannya, Persadha Nusantara Bali juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat, mulai dari penolakan proyek, penghentian kajian, hingga penyusunan kebijakan energi yang lebih adil secara wilayah.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan dampak kebijakan secara menyeluruh.

“Jangan uji kesabaran masyarakat Bali dengan kebijakan yang mengabaikan nilai, ruang hidup, dan masa depan kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Bali memiliki posisi penting bagi Indonesia yang tidak bisa dipertaruhkan.

“Bali bukan sekadar wilayah administratif. Bali adalah identitas bangsa, dan identitas tidak untuk dipertaruhkan,” pungkasnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
ucapan hari raya nyepi k

Breaking News

Baca Lainnya