Slot Header 970×90

Truk Angkut Sampah Organik ke TPA Suwung Diduga Masih Bawa Nonorganik

Oleh Agung · null

30 September 2026 pukul 14.23 WITA · 2 menit baca

Truk Angkut Sampah Organik ke TPA Suwung Diduga Masih Bawa Nonorganik

DENPASAR, BALINEWS - Truk pengangkut sampah organik ke TPA Suwung, Denpasar yang dijadwalkan membawa sampah organik setiap hari Senin dan Kamis, disebut, Direktur Yayasan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, Catur Yuda Hariani masih ditemukan tercampur saat diangkut truk sampah masuk ke TPA Suwung. 

Dirinya mengatakan, sampah nonorganik diangkut dengan cara ditumpuk bagian bawah oleh truk pengangkut sampah. 

"Jadi ya... apa namanya... truk-truk yang hari Senin dan Kamis itu kan jadwal untuk organik.Tapi yang terjadi sampai saat ini masih ada beberapa pelanggaran di TPA Suwung atau kita sebut dari swakelola maupun juga dari TPS3R, itu membawa sampah masih tercampur.Jadi mungkin kamuflase biasanya, yang atas organik, ternyata yang di bawah masih tercampur," ujarnya, kemarin siang, Selasa (29/9/2026) disela acara Workshop Jurnalistik yang digelar oleh Societyof Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) dengan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih di Denpasar. 

Menurut Dirinya, Sampah tercampur diangkut Truk ke TPA Suwung dilakukan petugas pengangkut sampah swakelola mengaku, blum ada tempat pemilihan sampah serta, masyarakat belum lakukan pemilahan sampah saat dibuang. 

"Sebetulnya kalau kita tanya, ya mereka bilang tidak ada fasilitas untuk pemilahan.Masyarakatnya belum memilah, seperti itu sehingga mereka masih membuang di TPA dengan cara tercampur. Agar lolos, mereka harus dikamuflase seperti itu," jelasnya.

Dirinya menyampaikan, pengawas dan pengecekan truk sampah saat masuk tetap dilakukan namun karena, keterbatasan petugas untuk lakukan pengecekan sampai kebawah truk membuat truk tersebut lolos masuk ke TPA Suwung. 

"Sebetulnya ada yang mengawasi.Namanya juga manusia ya, tidak punya kekuatan sampai menggaruk bagian bawah begitu, karena bayangkan, satu truk itu sekitar 3 ton.Tentu itu sangat besar.Pas digaruk dengan ekskavator, ternyata masih banyak anorganik yang tercampur di sana," paparnya. 

Dirinya menyebut, meskipun telah diberlakukan pemilahan sampah masuk ke TPA Suwung, akan tetapi terlihat sampah masih tercampur di areal TPA Suwung. 

"Saat diperlakukannya organik masuk ke TPA sudah dipisah.Tapi sayang bahwa, ruang disiapkan itu tidak benar-benar steril untuk sampah orhanik.Jadi hanya ditumpuk saja. Ditumpuk di tempat yang lama, dan ternyata kondisinya saat ini yang masuk juga masih campur, begitu," paparnya.

Ia khawatir, jika praktek tersebut masih dilakukan akan berdampak pada peningkatan metan akibat sampah tercampur tersebut. 

"Kekuatirannya ya tadi, metan akan tinggi. Jadi ya harapannya kan sampah organik tidak lagi ke TPA, karena itu menimbulkan metan. Kalau sampah organik campur dengan sampah anorganik, akan muncul meta nya akan lebih tinggi, gitu," cetusnya.

Dirinya  berharap, Pemerintah Kota Denpasar dapat membuat satu TPST khusus organik​. 

"Organik masih mampu untuk dikelola.Ya saya sih membayangkan bagaimana kalau Kota Denpasar membuat satu TPST khusus untuk organik.Jadi tidak lagi dibuang ke TPA.Pemerintah menyiapkan ruang, tempat untuk pengelolaan sampah organik agar tidak masuk ke TPA lagi seperti arahan dari Pak Menteri bahwa, TPA harus bebas dari organik," harap Catur.(*)

Agung

Agung

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.