INTERNASIONAL, BALINEWS.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa operasi militer AS terhadap Teheran, Iran, telah resmi dimulai.
Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Trump menyebut langkah tersebut sebagai tindakan defensif untuk melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.
“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran, sekelompok orang yang kejam, sangat keras dan mengerikan,” kata Trump dalam video tersebut.
Trump menilai aktivitas pemerintah Iran selama ini dinilai membahayakan pasukan serta pangkalan militer AS di luar negeri, termasuk mengancam negara-negara sekutu Washington. Ia juga menyinggung rekam jejak Iran yang menurutnya telah menebarkan ancaman selama puluhan tahun.
“Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan ‘kematian bagi Amerika’ dan melancarkan kampanye pertumpahan darah serta pembunuhan massal yang tiada henti, dengan menargetkan Amerika Serikat, pasukan kami, dan warga tak bersalah di banyak negara,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel turut mengambil langkah militer secara mandiri. Ia mengungkapkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan pendahuluan (preemptive strike) terhadap Iran guna menghilangkan ancaman terhadap keamanan Israel.
Keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi bersama Israel juga dibenarkan oleh dua pejabat senior AS. Mereka menyebut pasukan AS ikut ambil bagian dalam serangan tersebut untuk memastikan target-target strategis di Teheran dapat dilumpuhkan. (*)


