Warga Batur Gelar Ngusaba Desa dan Ngusaba Dimel Selama 9 Hari, Ini Maknanya

Prosesi Ngusaba Desa dan Dimel di Batur, Kintamani, Bangli yang berlangsung puncaknya pada 13 Agustus.
Prosesi Ngusaba Desa dan Dimel di Batur, Kintamani, Bangli yang berlangsung puncaknya pada 13 Agustus.

BANGLI, BALINEWS.ID – Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, tengah melaksanakan dua upacara agung, Ngusaba Desa dan Ngusaba Dimel, tahun Saka 1947 (2025 M). Rangkaian ritual suci yang digelar dua tahun sekali ini berlangsung selama sembilan hari, mulai 7 hingga 16 Agustus 2025, dan salah satu prosesi utamanya adalah melinggiri kawasan suci Gunung Batur.

Mengacu pada Dudonan Karya yang diterbitkan Desa Adat Batur pada 1 Agustus 2025, rangkaian upacara diawali Rabu (6/8) dengan ritual macaru dan mateles. Prosesi berlanjut Kamis (7/8) dengan bakti pangodal, panganyar, dan pangangsuh, yang ditandai penurunan pratima-pralingga, pusaka sakral, serta benda-benda suci menuju Pura Bale Agung.

Puncak Ngusaba Desa jatuh pada Purnama Karo, Jumat (8/8), di Pura Bale Agung atau Pura Desa Adat Batur. Upacara dipimpin oleh Jero Gede Batur, Jero Balian, dan Jero Mangku Desa Adat Batur, disertai ribuan krama yang memadati pelataran pura.

BACA JUGA :  Update Korban Jiwa Banjir Bali: 17 Orang Meninggal, 5 Masih Hilang

Mulai Minggu (10/8), berlangsung prosesi mancang karma, yakni perjalanan suci Ida Bhatara-Bhatari mengelilingi Gunung Batur. Setiap subak yang dilewati rombongan akan mempersembahkan bakti panguntap, tanda bhakti dan penghormatan. Perjalanan hari pertama diakhiri dengan persinggahan di Pura Jati dan bermalam di Pura Tirta Mas Bungkah.

Senin (11/8), rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Taman Sari di Banjar Yeh Mampeh melalui Desa Songan, yang menyambut kedatangan Ida Bhatara-Bhatari dengan bakti panyapa. Puncak upacara di Pura Taman Sari digelar Selasa (12/8), dengan persembahan khusus dari Subak Toya Mampeh dan warga Desa Adat Pinggan.

BACA JUGA :  Warga Sayan Ubud Jengkel dengan Ulah Truk Buang Puing Bangunan ke Setra

Rabu (13/8) pagi, prosesi berlanjut menuju Pura Tirta Mas Mampeh. Kamis (14/8) menjadi puncak Ngusaba Dimel, disusul Bakti Panganyar, Mepada Penek, dan Bakti Panebeng pada Jumat (15/8). Rangkaian ditutup Sabtu (16/8) dengan upacara Ngabuangin. Setelah itu, Ida Bhatara-Bhatari kembali ke Pura Ulun Danu Batur melalui jalur Culali untuk Bakti Panyineb.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur sekaligus Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Duhuran Batur, menjelaskan bahwa Ngusaba Desa selalu dilaksanakan saat Purnama Karo, sedangkan Ngusaba Dimel hanya digelar dua tahun sekali pada tahun Saka ganjil.

“Ngusaba Dimel pada dasarnya adalah upacara di kebun (mel). Pada Sasih Karo, Ida Bhatara-Bhatari meninjau wilayah kekuasaan di sekitar Gunung Batur, khususnya perkebunan, sebagai simbol pemberian anugerah kesuburan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penipuan yang Libatkan ITB STIKOM Bali Jadi Perhatian Serius Nyoman Parta

Dalam keyakinan krama, perjalanan suci ini adalah restu agar tanaman tumbuh subur, panen melimpah, dan terbebas dari hama.
Dimel artinya di kebun. Beliau senang berkebun, memastikan tanaman tumbuh subur. Dengan begitu, akan diberikan berkah kesuburan, sarwa tinandur mupu, tanpa gangguan hama,” tambahnya.

Jero Gede juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memaklumi kemungkinan adanya hambatan lalu lintas selama prosesi berlangsung.
“Karena Ida Bhatara-Bhatari akan dipersembahkan Bakti Panguntap di beberapa titik, kemungkinan ada penutupan atau perlambatan arus kendaraan. Mohon pengertian semua pihak,” ujarnya.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

BADUNG, BALINEWS.ID – Seorang residivis kasus pencurian perhiasan kembali berurusan dengan hukum setelah diduga menggasak emas senilai Rp...
TABANAN, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan guna...
BADUNG, BALINEWS.ID -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Hari Valentine kerap identik dengan cokelat, bunga mawar, dan makan malam romantis. Meski klasik dan...