Water Taxi Ngurah Rai–Canggu Siap Meluncur, Solusi Baru Atasi Kemacetan Bali

Water Taxi Ngurah Rai–Canggu Siap Meluncur, Solusi Baru Atasi Kemacetan Bali (sumber foto: kemenhub, leet media)

JAKARTA, BALINEWS.ID – Kementerian Perhubungan mulai menatap serius kebutuhan transportasi pariwisata Bali di tengah kemacetan yang makin menjadi sorotan wisatawan.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI dan Gubernur Bali, Wayan Koster di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4), Menhub Dudy Purwagandhi membeberkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat konektivitas Pulau Dewata, salah satunya melalui pengembangan water taxi dan peningkatan fasilitas pelabuhan.

Dalam paparannya, Menhub Dudy menekankan bahwa Bali membutuhkan moda transportasi alternatif yang mampu mengurai kepadatan, terutama di koridor pesisir barat seperti Badung.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” ujarnya.

BACA JUGA :  Daftar Rerahinan Umat Hindu Oktober 2025 Berdasarkan Kalender bali

Rencana tersebut kini memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) yang tengah disusun PT ASDP Indonesia Ferry. Jika sesuai jadwal, konstruksi akan dimulai pada Agustus 2026 hingga Juli 2027. Terobosan ini diharapkan menjadi wajah baru transportasi pariwisata Bali agar lebih cepat, efisien, dan terintegrasi antara darat, laut, hingga udara.

Selain water taxi, Kemenhub juga mendorong percepatan pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur logistik dan memecah konsentrasi aktivitas kapal di selatan Bali. Dermaga I dirancang untuk melayani general cargo dan aspal curah cair dengan tambahan panjang 92 meter, sedangkan Dermaga II akan dikembangkan menjadi dermaga multipurpose dengan penambahan 60 meter.

BACA JUGA :  Mengingat Kembali Kemuliaan Guru Melalui Rangkaian Perayaan Saraswati Hingga Pagerwesi

Menhub Dudy menegaskan bahwa solusi jangka pendek juga sedang dipersiapkan melalui kerja sama dengan Pelindo. Salah satunya terkait peningkatan layanan angkutan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang kerap mengalami kepadatan ekstrem saat hari besar keagamaan.

“Sebagai salah satu solusi jangka pendek, kami juga meminta Pelindo melakukan pengembangan pelabuhan khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk. Kami harap bisa mendapat wilayah sebagai pelabuhan pasangan yang menerima kapal dari Ketapang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian, terutama untuk mengatur pergerakan kendaraan dalam volume besar.

BACA JUGA :  Ngaturang Bakti di Getakan, Bupati Klungkung dan Buda Parwata Dukung Pelestarian Adat dan Budaya

“Kami harap juga bisa mendapat wilayah buffer zone sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar. Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri akan berdampingan,” kata Menhub Dudy.

Dengan sederet langkah strategis tersebut, Menhub optimistis penguatan konektivitas Bali akan mendukung mobilitas penumpang, memperlancar distribusi logistik, hingga meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
ucapan hari raya nyepi k

Breaking News

Baca Lainnya