Slot Header 970×90

WIG 2026 Resmi Dibuka di Solo, Indonesia Dorong Gastronomi Lokal Tembus Panggung Global

Oleh Fery Fadli · null

28 September 2026 pukul 19.33 WITA · 5 menit baca

WIG 2026 Resmi Dibuka di Solo, Indonesia Dorong Gastronomi Lokal Tembus Panggung Global

SURAKARTA, BALINEWS — Kementerian Pariwisata resmi membuka Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (26/9/2026), dengan membawa misi memperkuat gastronomi Indonesia sebagai bagian dari daya tarik pariwisata dan memperluas pengakuannya di tingkat internasional.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, WIG 2026 mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition” dengan Solo dan Yogyakarta sebagai pusat rangkaian utama kegiatan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan WIG dikembangkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi chef, restoran, produsen, dan pelaku industri kuliner Indonesia.

“Wonderful Indonesia Gastronomy adalah pesan yang ingin terus kami bawa kepada dunia: bahwa kekayaan gastronomi Indonesia berangkat dari tradisi, masyarakat, dan identitas lokal, kemudian tumbuh untuk memperoleh pengakuan di tingkat internasional,” kata Widiyanti.

Pembukaan WIG 2026 dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, serta sejumlah chef, gastronom, pelaku industri pariwisata dan hospitalitas, media, dan tastemakers nasional maupun internasional.

Pusat Gastronomi Bergeser ke Solo dan Yogyakarta

WIG pertama kali digelar pada 2025 dengan Jakarta dan Bali sebagai lokasi utama. Tahun ini, Kementerian Pariwisata membawa rangkaian utama ke Solo dan Yogyakarta untuk mengangkat hubungan antara makanan, tradisi, sejarah, masyarakat, dan identitas budaya.

Widiyanti mengatakan Solo dan Yogyakarta dipilih karena keduanya merupakan bagian penting dari pusat kebudayaan Jawa, dengan tradisi yang masih hidup dalam keseharian masyarakat.

“Jika pada 2025 kami memulai dari Jakarta dan Bali, tahun ini kami ingin masuk lebih dalam ke akar yang membentuk gastronomi Indonesia. Karena itu, Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 menempatkan Solo dan Yogyakarta di pusat penyelenggaraan,” ujarnya.

Menurut Kementerian Pariwisata, gastronomi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan cita rasa makanan, tetapi juga mencakup cara makanan diproduksi, disiapkan, disajikan, dan diwariskan.

Konsep tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan perjalanan Yogyakarta, Solo, dan Semarang sebagai destinasi yang saling terhubung melalui pengalaman budaya dan gastronomi.

Hadirkan Media Internasional hingga Festival Kuliner

Rangkaian utama WIG 2026 berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September hingga 4 Oktober 2026. Namun, sejumlah program akan berlanjut hingga akhir tahun.

Sebanyak 18 media dan tastemakers, termasuk 13 peserta internasional dari media dan institusi seperti Forbes Travel Guide, La Liste, The World's 50 Best, dan CNN International, dijadwalkan mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta.

Program tersebut mencakup kunjungan ke rumah makan dan ruang kuliner serta destinasi seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang dipadukan dengan pengalaman wellness.

WIG 2026 juga menghadirkan WIG Talks and Forum, Artisan Market, Culinary Festival, Indonesia Restaurant Months, serta berbagai kolaborasi chef.

WIG Talks menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi diskusi dan satu sesi ulasan buku dengan target 300 peserta.

Sementara itu, WIG Artisan Market akan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 di Grand Hotel de Djokja. Kegiatan ini melibatkan 21 tenant dari kawasan Joglosemar dan Jakarta serta 13 kolaborator untuk workshop dan food tasting. Penyelenggara menargetkan hingga 1.300 pengunjung selama tiga hari.

Kementerian Pariwisata juga bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Pusat Belanja di Indonesia (APPBI) untuk menggelar Culinary Festival pada 7 Oktober hingga 1 November 2026. Festival tersebut melibatkan 32 mal di 14 kota.

Selain itu, program Indonesia Restaurant Months bersama Priceless by Mastercard akan melibatkan 150 restoran. Kolaborasi chef juga digelar di sejumlah hotel dan restoran di Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo.

Indonesia Catat Pengakuan Gastronomi Internasional

Penyelenggaraan WIG 2026 berlangsung ketika gastronomi Indonesia mendapat sejumlah pengakuan internasional.

Indonesia memperoleh New Destination Champion Award 2026 dari La Liste. Pada Asia's 50 Best Restaurants 2026, restoran August naik dari peringkat 49 menjadi 42, sementara Locavore NXT naik dari peringkat 92 menjadi 44.

Widiyanti mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja chef, pemilik restoran, produsen, dan pelaku industri yang membangun ekosistem gastronomi Indonesia.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa ekosistem gastronomi Indonesia semakin terlihat, semakin dipercaya, dan semakin kompetitif di tingkat internasional,” katanya.

Kementerian Pariwisata berharap meningkatnya perhatian internasional terhadap gastronomi Indonesia dapat membuka peluang pasar, kemitraan, investasi, dan kunjungan wisatawan yang menjadikan pengalaman kuliner sebagai bagian dari perjalanan mereka.

Perkuat Kolaborasi Gastronomi Indonesia-Prancis

Pembukaan WIG 2026 juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama gastronomi Indonesia dan Prancis melalui kolaborasi dengan Rendez-Vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026, bersama Kedutaan Besar Prancis dan Institut Français d’Indonésie (IFI).

Kolaborasi tersebut mencakup pertukaran profesional, pengembangan kapasitas, penguatan jejaring komunitas kuliner, serta promosi gastronomi Indonesia di tingkat internasional.

Pada malam pembukaan, Chef Degan Septoadji, Chef Wayan, dan Chef Stéphane Carrade, Executive Chef Le Skiff Club asal Prancis yang memiliki dua bintang MICHELIN, tampil dalam program Chef Exchange and Collaboration.

“Melalui kolaborasi dengan Prancis, kami ingin menciptakan kesempatan nyata bagi pertukaran profesional, pengembangan kapasitas, hubungan yang semakin kuat antarkomunitas kuliner, serta visibilitas internasional yang lebih besar bagi gastronomi Indonesia,” ujar Widiyanti.

300 Panduan Kuliner Indonesia

Malam pembukaan WIG 2026 juga ditandai dengan peluncuran dua panduan gastronomi, yakni Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide.

Indonesia Gourmet Guide memuat 150 restoran dari berbagai wilayah Indonesia. Sementara Indonesia Local Eateries Guide memperkenalkan 150 tempat makan lokal yang merepresentasikan kekayaan kuliner daerah.

Kedua panduan tersebut mengangkat dua sisi gastronomi Indonesia, yakni restoran kontemporer dan tempat makan lokal yang mempertahankan tradisi kuliner secara turun-temurun.

“Melalui dua panduan ini, kami ingin semakin memudahkan wisatawan menemukan luasnya spektrum gastronomi Indonesia, dari restoran kontemporer hingga tempat makan lokal yang mempertahankan tradisi dari generasi ke generasi,” kata Widiyanti.

Kementerian Pariwisata selanjutnya menargetkan Wonderful Indonesia Gastronomy dapat diperluas ke berbagai daerah Indonesia. Salah satu wilayah yang disebut untuk penyelenggaraan berikutnya adalah Sumatra Barat.

Pemerintah berharap pengembangan gastronomi tidak berhenti pada pengakuan internasional, tetapi dapat memperkuat identitas destinasi, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah asal kuliner tersebut.

“Kami ingin menjadikan gastronomi sebagai alasan untuk melakukan perjalanan, mengubah pengakuan menjadi peluang, dan memastikan ketika gastronomi Indonesia menjangkau dunia, manfaatnya kembali kepada masyarakat dan tempat di mana semuanya bermula,” ujar Widiyanti.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.