Slot Header 970×90

Ziarah ke Makam Guruh Soekarnoputra, Bupati Sanjaya Ungkap Duka Mendalam

Oleh Agung · null

29 September 2026 pukul 00.18 WITA · 1 menit baca

Ziarah ke Makam Guruh Soekarnoputra, Bupati Sanjaya Ungkap Duka Mendalam

TABANAN, BALINEWS - Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya tokoh seni dan budaya nasional, Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, atau dikenal dengan Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dan Ibu Fatmawati. Ungkapan duka tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ibu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, melalui ziarah ke makam almarhum di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin, (28/9).

Kehadiran Bupati Sanjaya dan Bunda Rai di TPU Karet Bivak menjadi bentuk penghormatan atas kepergian sosok yang dikenal luas sebagai seniman besar, budayawan, koreografer, musisi, sekaligus politikus yang pernah menjadi anggota DPR RI.

Almarhum dimakamkan berdampingan dengan pusara sang ibunda, Fatmawati, di lokasi pemakaman yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting bangsa, mulai dari pahlawan nasional, politikus, hingga maestro seni Indonesia.

Di sisi pusara, Bupati Sanjaya bersama Bunda Rai menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Guruh Soekarnoputra yang berpulang pada Sabtu, 26 September 2026.

Suasana haru dan penghormatan turut mewarnai ziarah tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang almarhum dalam berkarya dan mengabdikan diri bagi seni dan kebudayaan Indonesia.

Bupati Sanjaya memandang Guruh Soekarnoputra sebagai sosok yang telah memberikan jejak penting dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia.

Melalui ziarah tersebut, penghormatan turut diberikan atas dedikasi dan konsistensi almarhum dalam merawat, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan seni budaya Nusantara yang sarat nilai kebangsaan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, kehadiran di pusara almarhum menjadi bentuk penghormatan atas warisan karya dan pemikiran yang telah ditorehkan sepanjang hayat, sekaligus penghormatan terakhir kepada putra bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk seni, budaya, dan Indonesia.(*)

Agung

Agung

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.