Slot Header 970×90

10 Air Terjun Terindah di Bali yang Wajib Dikunjungi

Oleh Putri · null

26 Oktober 2026 pukul 11.16 WITA · 5 menit baca

Air Terjun Sekumpul di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
Air Terjun Sekumpul di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. — Putu Andika Panendra/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Di balik pantai dan sawah teraseringnya, Bali menyimpan puluhan air terjun yang tersembunyi di lembah hijau. Sebagian berada dekat Ubud dan mudah dijangkau dari kawasan wisata selatan, sementara yang lain menunggu di dataran tinggi Buleleng dan Tabanan, dikelilingi hutan, kebun cengkih, dan udara yang sejuk.

Berikut 10 air terjun terindah di Bali yang layak masuk daftar perjalanan Anda, lengkap dengan lokasinya, serta tips berkunjung di akhir artikel.

1. Air Terjun Tegenungan

Gambar berita

Foto: Magul/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Tegenungan adalah salah satu air terjun paling populer di Bali karena letaknya dekat Ubud dan Denpasar. Airnya berasal dari Sungai Petanu dan jatuh deras ke kolam berbatu yang dikelilingi tebing hijau.

Pengunjung menuruni anak tangga untuk sampai ke dasar air terjun, lalu bisa berfoto dari dekat atau menikmati pemandangan dari area atas. Karena mudah dijangkau, Tegenungan cocok bagi wisatawan yang hanya punya waktu setengah hari.

Lokasi: Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

2. Air Terjun Kanto Lampo

Gambar berita

Foto: RienShin14/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Kanto Lampo memiliki bentuk yang unik. Airnya tidak jatuh lurus, melainkan mengalir bertingkat menuruni dinding batu sehingga tampak seperti tirai putih yang berlapis-lapis.

Bentuk batunya yang bertingkat menjadikan Kanto Lampo favorit para pencinta foto. Banyak pengunjung berpose di bebatuan di depan aliran air. Air terjun ini hanya berjarak singkat dari pusat Kota Gianyar, sehingga mudah digabungkan dengan kunjungan ke Ubud atau pasar seni Sukawati.

Lokasi: Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.

3. Air Terjun Tukad Cepung

Gambar berita

Foto: Bex Walton/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Tukad Cepung tersembunyi di dalam celah tebing batu yang menyerupai gua. Air terjunnya jatuh dari bibir tebing ke ruang sempit yang dikelilingi dinding batu tinggi.

Daya tarik utamanya adalah berkas sinar matahari yang menembus celah tebing pada pagi hari dan menciptakan efek cahaya yang dramatis. Untuk mencapainya, pengunjung menuruni tangga lalu berjalan menyusuri aliran sungai dan bebatuan, jadi siapkan alas kaki yang tidak licin.

Lokasi: Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

4. Air Terjun Leke Leke

Gambar berita

Foto: Chainwit./Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Leke Leke berada di dataran tinggi Tabanan, tidak jauh dari kawasan Bedugul. Air terjunnya jatuh tinggi dan ramping dari celah tebing yang tertutup lumut dan tanaman rambat.

Perjalanan menuju air terjun melewati jalan setapak di tengah hutan dan kebun yang rimbun, sehingga suasananya terasa sejuk dan tenang. Tempat ini cocok dikunjungi bersamaan dengan Danau Beratan dan Kebun Raya Bali yang berada di kawasan yang sama.

Lokasi: Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

5. Air Terjun Sumampan

Gambar berita

Foto: Anggabuana/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Masih di Desa Kemenuh, tidak jauh dari Tegenungan, ada Air Terjun Sumampan yang suasananya lebih tenang. Airnya jatuh dari tebing yang dihiasi akar dan tanaman gantung ke kolam lebar di bawahnya.

Sumampan menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati air terjun dekat Ubud tanpa keramaian. Jalur turunnya melewati tangga dan jalan setapak di antara pepohonan. Kolam di dasarnya cukup luas, tetapi tetap perhatikan arus dan kondisi air sebelum masuk.

Lokasi: Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

6. Air Terjun Gitgit

Gambar berita

Foto: elvranharris/Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

Gitgit adalah salah satu air terjun paling dikenal di Bali utara. Letaknya di tepi jalan raya Singaraja–Bedugul, sehingga sering menjadi persinggahan wisatawan yang melintas dari selatan menuju Lovina.

Air terjunnya jatuh tinggi dan ramping di tengah lembah hijau yang lembap. Dari jalan raya, pengunjung berjalan kaki melewati jalan setapak dan kebun warga sebelum tiba di kolam di bawah air terjun. Di sekitar kawasan ini juga terdapat beberapa air terjun lain yang lebih kecil.

Lokasi: Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

7. Air Terjun Sekumpul

Gambar berita

Foto: Nyoman Gita Astadi/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Sekumpul sering disebut sebagai air terjun terindah di Bali. Namanya mencerminkan bentuknya: sekumpulan air terjun yang jatuh berdampingan dari tebing setinggi sekitar 100 meter di tengah lembah yang rimbun.

Untuk sampai ke dasarnya, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga dan menyeberangi aliran sungai, lalu mendaki kembali saat pulang. Perjalanannya cukup menguras tenaga, tetapi pemandangan di bawah sepadan dengan usahanya. Banyak wisatawan datang bersama pemandu dari desa setempat.

Lokasi: Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

8. Air Terjun Banyumala

Gambar berita

Foto: Made agus devayana/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Banyumala dikenal sebagai air terjun kembar di dataran tinggi Wanagiri. Dua aliran utamanya jatuh berdampingan, ditemani rembesan air kecil dari dinding tebing yang tertutup tanaman hijau.

Di bawahnya terbentuk kolam alami berwarna jernih yang menjadi tempat favorit untuk berendam. Jalan menuju air terjun berupa jalur menurun di tengah hutan dan kebun. Kawasan ini mudah dicapai dari Bedugul maupun Munduk, jadi bisa dikunjungi dalam satu rute.

Lokasi: Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

9. Air Terjun Banyu Wana Amertha

Gambar berita

Foto: Stefan Fussan/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Masih di Wanagiri, Banyu Wana Amertha adalah kompleks beberapa air terjun yang bisa dijelajahi dalam satu kunjungan. Salah satu yang paling memikat jatuh melebar dari tebing berlumut, membentuk tirai air di atas kolam.

Jalur menuju setiap air terjun melewati kebun, hutan, dan jembatan sederhana, sehingga kunjungan ke sini terasa seperti trekking ringan. Suasananya masih alami dan relatif tenang. Datang pagi hari membantu Anda menikmati udara sejuk sebelum kabut atau hujan siang turun.

Lokasi: Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

10. Air Terjun Munduk

Gambar berita

Foto: Stefan Fussan/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Desa Munduk di dataran tinggi Buleleng terkenal dengan udaranya yang sejuk, perkebunan cengkih dan kopi, serta sejumlah air terjun di sekitarnya. Air Terjun Munduk jatuh tinggi di tengah hutan tropis yang lebat.

Jalur menuju air terjun melewati kebun warga dan pepohonan rindang, sehingga sering dijadikan bagian dari rute trekking di sekitar desa. Kunjungan ke sini mudah digabungkan dengan Danau Tamblingan yang berada tidak jauh dari Munduk.

Lokasi: Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Tips berkunjung ke air terjun di Bali

Kenakan alas kaki yang tidak licin karena banyak air terjun di Bali dicapai lewat tangga curam dan bebatuan basah. Bawa pakaian ganti, air minum, dan kantong kedap air untuk ponsel. Datanglah pagi hari agar lebih sepi dan udara masih sejuk. Saat musim hujan, debit air bisa naik tiba-tiba, jadi jangan berenang bila arus deras dan ikuti arahan petugas atau pemandu setempat.

Wisatawan mancanegara wajib membayar Pungutan Wisatawan Asing Rp150.000 per orang melalui lovebali.baliprov.go.id. Sebagian besar air terjun juga dikelola desa dan memungut retribusi masuk yang besarannya bisa berubah, jadi cek informasi terbaru di lokasi.

Putri

Putri

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.